DPR Minta Pengawasan PJJ Diperketat di Wilayah Terdampak Erupsi Anak Krakatau

  • 07 Sep 2026 15:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pimpinan Komisi X DPR meminta dinas pendidikan di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau memperkuat pengawasan selama PJJ berlangsung.
  • Perubahan metode pembelajaran tersebut tidak boleh mengurangi tanggung jawab guru dalam memberikan materi dan pendampingan kepada siswa.
  • Para guru diminta tetap disiplin dalam mengajar dan menjalankan tugasnya, meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta dinas pendidikan di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau memperkuat pengawasan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung. Lalu mengatakan perubahan metode pembelajaran tersebut tidak boleh mengurangi tanggung jawab guru dalam memberikan materi dan pendampingan kepada siswa.

“Pengawasan harus dilakukan secara ketat, guru harus tetap disiplin dalam mengajar dan menjalankan tugasnya, meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Jangan sampai PJJ membuat kualitas pembelajaran menurun,” kata Lalu Hadrian di Jakarta, Senin 7 September 2026.

Ia mendukung kebijakan PJJ yang diterapkan di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten sebagai dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, kebijakan tersebut tepat untuk menjaga kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi lingkungan yang terdampak abu vulkanik.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Karena itu penerapan pembelajaran jarak jauh di daerah-daerah yang terdampak merupakan kebijakan yang tepat. Jangan sampai kegiatan belajar tatap muka justru membahayakan kesehatan siswa,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan penerapan PJJ membutuhkan kesiapan serius dari dinas pendidikan, sekolah, guru, hingga orang tua siswa. Seluruh pihak harus bekerja ekstra agar proses pembelajaran tetap efektif dan siswa tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan yang berkualitas.

“Dinas Pendidikan bersama sekolah harus bekerja lebih ekstra. Sekolah dan para guru harus memastikan sarana pembelajaran tersedia dengan baik, mulai dari komputer atau laptop hingga kuota internet yang memadai, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lancar,” katanya.

Lalu Hadrian juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pelaksanaan PJJ. Orang tua perlu bekerja sama dengan sekolah untuk memastikan perangkat pembelajaran dan akses internet tersedia bagi anak selama belajar dari rumah.

“PJJ membutuhkan kerja sama semua pihak. Orang tua juga harus dilibatkan dan didukung agar anak-anak memiliki sarana belajar yang memadai di rumah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....