Nusa Jaya Tumbuh Bersama Gandeng Krama Adat Selabih Jaga Lingkungan Bali

  • 07 Sep 2026 06:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama kembali memperluas gerakan penghijauan dengan menggandeng masyarakat adat. Tepatnya di Desa Selabih Lalang Linggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Bali.

Kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari komitmen Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama dalam mendorong pelestarian lingkungan. Gerakan ini tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan.

Sebelumnya, gerakan penghijauan yayasan telah dilakukan di sejumlah daerah, seperti Lamongan, Banyuwangi, dan Sumenep, Jawa Timur. Kali ini, gerakan tersebut diperluas ke Bali dengan melibatkan krama adat sebagai bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis masyarakat.

Founder Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Ahmad Muhlis Fanani, mengatakan penghijauan harus menjadi gerakan bersama. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal dan komunitas adat menjadi kunci agar kegiatan penanaman pohon tidak berhenti sebagai seremoni.

“Menanam pohon adalah langkah sederhana, tetapi merawatnya hingga tumbuh dan memberikan manfaat adalah bentuk tanggung jawab. Karena itu, kami ingin gerakan ini tumbuh bersama masyarakat dan menjadi bagian dari kebiasaan menjaga lingkungan,” ujar Muhlis, Senin, 7 September 2026.

Menurut dia, desa memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Lingkungan yang terjaga tidak hanya memberikan manfaat secara ekologis, tetapi juga menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami percaya setiap daerah memiliki kearifan dan kekuatan masyarakatnya sendiri. Karena itu, gerakan penghijauan harus dibangun melalui kolaborasi dengan masyarakat setempat, termasuk krama adat di Bali,” katanya.

Sementara, Ketua Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Moh. Syaiful Rahman, mengatakan perluasan penghijauan merupakan upaya membangun gerakan lingkungan berkelanjutan. Salah satunya dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Harapannya, penanaman pohon tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi menjadi gerakan yang terus dirawat dan dikembangkan bersama masyarakat,” kata Syaiful.

Krama Adat Selabih Lalang Linggah, I Made Sudarma, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

“Lingkungan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat desa. Karena itu, menjaga alam tidak cukup hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi harus menjadi kesadaran bersama,” ujar I Made Sudarma.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Sekaligus mendorong generasi muda agar semakin dekat dengan upaya pelestarian alam.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga kesadaran. Mudah-mudahan apa yang dilakukan bersama ini bisa dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....