Mohon Maaf, Bandara Soetta Lanjut Ditutup hingga Senin Pagi Pukul 08.59 WIB

  • 07 Sep 2026 03:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Manajemen Bandara Soekarno-Hatta memohon maaf atas penghentian operasional dan mengimbau penumpang mengecek status penerbangan.
  • Penutupan sementara berdampak pada 923 penerbangan serta 119.215 penumpang di area terminal bandara.
  • Operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga Senin, 7 September 2026 pukul 08.59 WIB akibat abu vulkanik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyampaikan permohonan maaf atas penghentian sementara operasional penerbangan. Kebijakan darurat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut diperpanjang hingga Senin pukul 08.59 WIB.

Calon penumpang diimbau untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara. Dampak sebaran abu vulkanik tersebut memicu gangguan perjalanan bagi 119.215 orang penumpang di terminal.

Penutupan operasional sementara berimbas langsung pada akumulasi 923 penerbangan domestik internasional serta kargo angkutan. Penanganan layanan pengguna jasa penerbangan terus dimaksimalkan demi menjaga kenyamanan calon penumpang yang tertahan.

Assistant Deputy Communication and Legal PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Soekarno-Hatta Yudistiawan memaparkan permohonan maaf manajemen. Keterangan pers tertulis mengenai imbauan operasional disiarkan di Jakarta pada Senin, 7 September 2026.

"Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 08.59 WIB," kata Yudistiawan.

Yudistiawan menekankan pentingnya calon penumpang memantau pembaruan jadwal agar tidak terjadi penumpukan berlebih di bandara. Pengguna jasa penerbangan dapat memanfaat fasilitas contact center InJourney Airports 172 untuk konsultasi informasi.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan," ujar Yudistiawan.

Yudistiawan menjabarkan total 671 rute penerbangan domestik yang terdampak oleh penutupan sementara operasional penerbangan. Layanan penerbangan internasional mencatatkan 232 jadwal terdampak serta 20 penerbangan kargo yang terhenti.

"Jumlah tersebut terdiri dari 671 penerbangan domestik, 232 penerbangan internasional, dan 20 penerbangan kargo," ucap Yudistiawan.

Pihak pengelola bandara bersama maskapai berkomitmen memulihkan ketertiban jadwal penerbangan setelah operasional dibuka kembali. Pemantauan ketat terhadap kebersihan ruang udara terus dilakukan demi menjamin keselamatan penerbangan nasional.

Evaluasi kelayakan fasilitas sisi udara terus dioptimalkan hingga batas waktu penghentian operasional berakhir pagi nanti. Manajemen berjanji memberikan pelayanan terbaik guna meminimalkan dampak ketidaknyamanan bagi seluruh pengguna jasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....