Warga Kota Bandar Lampung Keluhkan Gangguan Kesehatan imbas Abu Anak Krakatau

  • 06 Sep 2026 21:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warga Kota Bandar Lampung mengeluhkan sesak napas karena abu vulkanik
  • Pemerintah mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas di luar rumah
  • Kementerian Kesehatan mengimbau warga waspada dampak abu vulkanik untuk kesehatan

RRI.CO.ID --Lampung-Warga Kota Bandar Lampung mengeluhkan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap kesehatan. Aktivitas Gunung Anak Kraktau meningkat dengan menyemburkan abu vulkanik dan dirasakan di sejumlah provinsi di Indonesia.

Shafira, salah satu warga Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung mengeluhkan mata perih dan sesak napas. Ia memakai masker dan kacamata jika harus beraktivitas di luar rumah.

“Menanggu aktivitas ya. Saya sesak napas, batuk dan mata perih,” kata Shafira, Minggu, 6 Agustus 2026.

Shafira memastikan harga masker masih normal dan mudah dijumpai tidak seperti pandemi COVID19. Shafira mengatakan dampak abu vulkanik menghambat kegiatan masyarakat mulai sekolah, kantor dan aktivitas lainnya.

Pemerintah setempat, kata Shafira telah mengeluarkan imbauan kepada warga. Pemerintah meminta agar warga tetap beraktivitas di dalam rumah.

“Imbauan dari pemerintah memakai masker, pintu ditutup, jangan terbuka. Kalau ada keperluan di rumah saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Imbauan tersebut untuk mengurangi risiko kesehatan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Tolong pastikan bapak dan ibu di rumah dulu. Kalau ada di daerah sana (terdampak) untuk menjaga kesehatan dan usahakan kegiatan di rumah,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan secara virtual, Minggu, 6 September 2026.

Ia meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik namun mewaspadai risiko kesehatan yang menyerang tiga bagian tubuh. Menkes mengatakan gangguan abu vulkanik rentan menyerang pada sisi pernafasan, mata dan kulit.

Menteri Budi mengatakan pencegahan terhadap gangguan pernafasan imbas abu vulkanik adalah memakai masker apabila beraktivitas di luar rumah. Kementerian Kesehatan menganjurkan menggunakan masker N95 karena mampu menyaring partikel kecil termasuk abu vulkanik atau masker medis karena dapat memberikan perlindungan tambahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....