Badan Geologi: Sebaran Abu Vulkanik Berubah-rubah, Tergantung Arah Angin
- 06 Sep 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke sejumlah wilayah di lima provinsi.
- Badan Geoligi menyebut arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung pada arah dan kecepatan angin.
- Badan Geologi memastikan pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara menyeluruh.
RRI.CO.ID, Jakarta - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke sejumlah wilayah di lima provinsi. Namun, arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung pada arah dan kecepatan angin.
Demikian disampaikan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria dalam konferensi pers daring, Minggu 6 September 2026. Ia mengatakan, wilayah yang saat ini terpantau terdampak sebaran abu vulkanik meliputi Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.
"Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi VAAC Darwin serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG. Bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana.
Lana menegaskan, kondisi sebaran abu vulkanik tidak bersifat tetap. Perubahan arah dan kecepatan angin dapat membuat arah maupun jangkauan sebaran abu berubah.
"Arah dan jangkauan sebaran abu dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan hujan abu," katanya. Karena itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan sedapat mungkin tetap berada di dalam rumah.
Masyarakat juga diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik. "Oleh karena itu, seperti yang tadi saya sampaikan, diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah," ujar Lana.
Badan Geologi memastikan pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara menyeluruh. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Termasuk perubahan arah sebaran abu vulkanik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....