Kemenkes Aktifkan Pusat Darurat Kesehatan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

  • 06 Sep 2026 15:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan mengaktifkan seluruh health emergency operating center di semua kota yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mempercepat respons kesehatan.
  • Pusat darurat kesehatan diaktifkan untuk memastikan penanganan kesehatan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi antar instansi.
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan langkah proaktif pemerintah dalam mengantisipasi kebutuhan kesehatan pasca-bencana erupsi gunung berapi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan seluruh health emergency operating center di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pemantauan dan penanganan kesehatan di wilayah terdampak.

“Kementerian Kesehatan sudah mulai mengaktifkan semua health emergency operating center di seluruh kota yang terdampak. Pusat darurat kesehatan diaktifkan untuk memastikan penanganan kesehatan masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers via Zoom Meeting di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.



Selain itu, Kemenkes segera menerbitkan surat edaran berisi panduan rinci bagi tenaga kesehatan di seluruh kabupaten dan kota terdampak tersebut. Panduan tersebut ditujukan bagi tenaga kesehatan untuk memastikan penanganan di wilayah terdampak berjalan sesuai arahan Kementerian Kesehatan pusat.

“Kita juga segera akan mengeluarkan surat edaran untuk memberikan guidance yang rinci terhadap para petugas tenaga kesehatan. Surat edaran tersebut ditujukan kepada petugas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten-kota yang terdampak agar penanganan berjalan optimal,” katanya.



Budi mengatakan pihaknya akan melakukan komunikasi rutin melalui Zoom antara pusat darurat kesehatan Kemenkes dan dinas kesehatan di daerah. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan secara berkala.

“Dan yang ketiga, kita akan segera komunikasi Zoom rutin antara health emergency centerKementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan seluruh kabupaten-kota. Hal ini dilakukan untuk memonitor perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....