Terus Pantau Aktivitas Anak Krakatau, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

  • 06 Sep 2026 12:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG melakukan pemantauan real-time terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 22.03 WIB.
  • Erupsi tercatat dengan amplitudo maksimum 19 milimeter pada stasiun seismograf dengan durasi sekitar 29 detik.
  • Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau secara real-time. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi pemerintah terkait perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

BMKG pertama kali melaporkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat, 4 September 2026 pukul 22.03 WIB. Hal itu terekam pada stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan durasi sekitar 29 detik.

“Aktivitas erupsi terekam pada stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi sekitar 29 detik," kata keterangan tertulis BMKG, Minggu 6 September 2026. "Tidak ditemukan adanya anomali pada rekaman seismograf BMKG di sekitar waktu kejadian."

BMKG menyatakan erupsi tersebut teramati berupa letusan strombolian, sementara kolom abu erupsi tidak teramati. Hingga Sabtu 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, BMKG juga tidak menemukan kenaikan muka air laut yang signifikan akibat aktivitas erupsi tersebut.

BMKG memastikan pemantauan terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara real-time. “BMKG akan terus memonitor kondisi ini secara real-time dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” ucap BMKG.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada status Level III atau Siaga. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta merujuk informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Geologi.

“Tetap tenang. Jangan terpancing oleh isu atau hoaks yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar keterangan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....