Ratusan Penerbangan dan 22.798 Penumpang di Soetta Terdampak Erupsi Anak Krakatau
- 06 Sep 2026 10:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
- Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak selama periode penutupan, dengan jumlah penumpang mencapai 22.798 orang.
- Rute domestik dengan jumlah pergerakan penerbangan terdampak paling banyak adalah Makassar atau UPG. Total terdapat 16 pergerakan pesawat pada rute tersebut yang terkena dampak akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta
RRI.CO.ID, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kemenhub RI memperpanjang, penutupan sementara operasional Bandara Soetta setelah menemukan indikasi sebaran abu vulkanik, pada Minggu, 6 September 2026.
Dampak penutupan sementara tersebut, cukup besar terhadap lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak selama periode penutupan, dengan jumlah penumpang mencapai 22.798 orang.
"Rute domestik dengan jumlah pergerakan penerbangan terdampak paling banyak adalah Makassar atau UPG. Total terdapat 16 pergerakan pesawat pada rute tersebut yang terkena dampak akibat penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Teruntuk penerbangan internasional, ia menjelaskan, rute Singapura (SIN) paling terdampak dengan total 11 pergerakan pesawat. Selain Singapura, sejumlah rute internasional lain yang mengalami gangguan mencakup Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
"Untuk penerbangan internasional, tercatat 16 penerbangan mengalami pembatalan, tujuh penerbangan ditunda, dan lima penerbangan lainnya dijadwalkan kembali. Kondisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional selama ruang udara di sekitar bandara terdampak sebaran abu vulkanik," ucap Lukman.
Sementara pada penerbangan domestik, Lukman mengungkapkan, tercatat empat penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak, antara lain penerbangan dari dan menuju Lampung, Denpasar, serta Surabaya.
Di tengah penutupan operasional tersebut, pengelola Bandara Soekarno-Hatta memastikan, pesawat dengan status Remain Over Night (RON) dalam kondisi aman. Total, terdapat 170 pesawat yang berada di area apron.
"Dengan rincian 66 pesawat di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3. Dan, empat pesawat di terminal kargo," ujar Lukman.
Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta dilakukan, setelah hasil paper test menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di kawasan bandara. Pemeriksaan terbaru Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05-06.35 WIB, menunjukkan hasil positif terhadap indikasi sebaran abu vulkanik.
Keputusan itu, ia mengatakan, tercantum dalam NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26. "Hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu, pukul 09.30 WIB,” kata Lukman.
Kemenhub bersama pihak bandara dan maskapai, juga melakukan penanganan terhadap para penumpang yang terdampak. Fokus utama petugas adalah, menyampaikan perkembangan penerbangan secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku.
“Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala. Memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur,” ujar Lukman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....