BPBD Lampung Minta Warga Tetap Tenang Hadapi Erupsi Anak Krakatau
- 06 Sep 2026 11:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Provinsi Lampung meminta masyarakat Lampung tetap tenang namun tetap waspada menghadapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang sedang berlangsung.
- Kepala BPBD Aswarodi mengingatkan warga untuk tidak percaya pada informasi yang belum dipastikan keabsahannya dan hanya mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.
- Masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah perlindungan diri apabila terjadi penyebaran abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - BPBD Provinsi Lampung meminta masyarakat tetap tenang dan waspada menghadapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.
Kepala BPBD Provinsi Lampung Aswarodi mengimbau warga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ia juga meminta masyarakat melakukan langkah perlindungan diri jika terjadi sebaran abu vulkanik.
"Masyarakat kami imbau tetap tenang dan waspada. Ikuti informasi resmi dari instansi yang berwenang dan lakukan langkah-langkah perlindungan diri," ujar Aswarodi dalam keterangan resmi, dikutip Pemerintah Provinsi Lampung.
BPBD Lampung bersama Pusdalops PB terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pemantauan juga dilakukan terhadap dampak sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga Sabtu. 5 September 2026. Sebaran abu vulkanik telah dilaporkan mencapai Bandar Lampung dan sejumlah wilayah lainnya.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, mengatakan erupsi masih terpantau dalam 12 jam terakhir. Satu kali erupsi dengan durasi cukup panjang terjadi sejak malam sebelumnya hingga Sabtu.
"Sampai sekarang erupsinya masih berlanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sebagai antisipasi terhadap paparan debu atau abu vulkanik," ujar Andi.
Menurut Andi, sebaran abu vulkanik tidak hanya terjadi di sekitar Gunung Anak Krakatau. Laporan abu juga diterima dari Bandar Lampung hingga Tanggamus di pesisir barat Lampung.
BPBD mengingatkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Jika harus keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker atau kain yang dibasahi air.
Masyarakat juga diminta menutup jendela, pintu, dan ventilasi rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi masuknya abu vulkanik ke dalam ruangan.
Untuk abu yang menempel di halaman, kendaraan, atau permukaan lain, warga disarankan menggunakan air. Masyarakat sebaiknya tidak menyapu abu dalam kondisi kering agar partikelnya tidak kembali beterbangan.
BPBD juga meminta masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan segara melakukan pemeriksaan kesehatan. "Apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi setelah terpapar abu vulkanik, segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan," kata Aswarodi.
Sementara itu, Andi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan berakhir. Durasi erupsi bergantung pada energi yang masih dimiliki gunung tersebut.
"Untuk memastikan sampai kapan erupsi ini berlangsung, kami belum bisa memperkirakannya secara pasti. Kalau energinya sudah berkurang atau habis, aktivitas erupsi akan menurun," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....