Rute Makassar-Singapura Dominasi Penerbangan Terdampak di Soetta

  • 06 Sep 2026 09:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penerbangan menuju Simgapura dan Makasar paling terdampak penutupan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta
  • Hal itu seiring adanya sebaran abu vulkanik akubat erupsi Gunung Anak Krakatau

RRI.CO.ID, Tangerang - Penerbangan menuju Simgapura dan Makasar paling terdampak penutupan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal itu seiring adanya sebaran abu vulkanik akubat erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Penerbangan rute Makassar dan Singapura menjadi jalur dengan jumlah pergerakan pesawat paling terdampak. Ini akibat penutupan sementara operasional Bandara Soetta imbas erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar Ass Deputi and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, Minggu 6 Srpetember 2026.

Hal senada diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa. "Rute penerbangan dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak meliputi domestik utama, Makassar dengan total 16 pergerakan pesawat dan internasional utama, Singapura dengan total 11 pergerakan pesawat," kata dia.

Lukman menerangkan, secara keseluruhan penutupan wilayah udara berdasarkan Notice to Airmen atau Notice to Air Missions (NOTAM) Nomor A3344/26 jo NOTAM A3341/26 yang diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB. Ini berdampak pada 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang.

Khusus sektor internasional, penanganan status penerbangan mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan dan lima penjadwalan ulang yang melayani rute Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, hingga Kuala Lumpur. Sementara pada sektor domestik, tercatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan untuk rute Lampung, Denpasar, serta Surabaya.

Perpanjangan waktu penutupan operasional ini diambil setelah hasil paper test terbaru Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05 WIB-06.35 WIB. Dimana masih menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik di area bandara.

Diketahui, sebanyak 22.798 penumpang terdampak akibat penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal itu seiring adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga 33 penerbangan tertunda dan dibatalkan.

"Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 05.30 WIB, sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak akibat penutupan wilayah udara tersebut. Total penumpang yang terdampak mencapai 22.798 orang," ujar Ass Deputi and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, Minggu 6 Srpetember 2026.

Sementara itu, sambung Yudis, sebanyak 170 pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) dipastikan dalam kondisi aman dan berada di area apron. Rinciannya, 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat di area kargo.

Dia menyebut dampak operasional juga terjadi pada penerbangan domestik dan internasional. Untuk rute domestik, Makassar (UPG) menjadi rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak, yakni 16 pergerakan pesawat. Sedangkan untuk penerbangan internasional, rute Singapura (SIN) tercatat menjadi yang paling banyak terdampak dengan 11 pergerakan pesawat.

Penanganan penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, tujuh penundaan dan lima penjadwalan kembali. Dampak tersebut terjadi pada sejumlah rute, seperti Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

"Sementara pada penerbangan domestik, terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan. Yakni untuk rute Lampung, Denpasar dan Surabaya," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....