Luhut Tekankan Etika dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan

  • 05 Sep 2026 23:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa pengembangan AI harus berlandaskan etika, karakter, dan kebijaksanaan.
  • Transformasi digital dan penguasaan teknologi kecerdasan buatan memerlukan fondasi nilai-nilai moral dan hati nurani yang kuat.
  • Pesan tersebut disampaikan pada acara Reuni Akbar Institut Teknologi Del 2026 yang dihadiri ribuan alumni di Jakarta pada 5 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya etika dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ia menegaskan transformasi digital dan penguasaan AI harus berlandaskan karakter, kebijaksanaan, dan hati nurani.

Luhut menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri Reuni Akbar Institut Teknologi Del (IT Del) bertajuk “IADEL Connect 2026”. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026, dan dihadiri ribuan alumni.

IT Del berkembang dari politeknik di pesisir Danau Toba yang berfokus pada teknologi informasi dan bioteknologi menjadi pusat pendidikan dan penelitian. Perkembangan tersebut ditandai dengan kelulusan 3.841 alumni, dengan lebih dari 100 di antaranya tersebar dan berkarya di 21 negara.

Selain pendidikan, IT Del berperan dalam pemajuan riset genomik melalui Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Institusi tersebut juga aktif mendukung pengembangan infrastruktur Government Technology (GovTech) nasional.

Dalam arahannya, Luhut menggarisbawahi pentingnya etika, transparansi, dan aturan main yang jelas di tengah percepatan teknologi. Menurut dia, pengembangan AI di ranah publik dan industri juga perlu dibentengi batas-batas etis serta sistem keamanan yang andal.

“Setinggi apa pun ilmu pengetahuan dan secanggih apa pun teknologi yang kita miliki, Del tidak boleh kehilangan nilai yang menjadi fondasinya. Nilai ini menjadi semakin penting ketika dunia memasuki era kecerdasan buatan,” ujar Luhut.

Ia menjelaskan, lompatan teknologi tanpa kendali manusia dan aturan main yang tegas berpotensi menimbulkan risiko terhadap tata kelola. Karena itu, batas etis dan sistem keamanan dinilai penting dalam pengembangan AI di sektor publik maupun industri.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Del, Luhut turut menyampaikan pesan mengenai tujuan pendirian IT Del sebagai institusi nirlaba. Ia menyebut lembaga tersebut didirikan untuk memberikan kesempatan setara bagi anak-anak dari daerah agar mampu berdiri sejajar di kancah global.

“Sebagai institusi nirlaba, IT Del didirikan untuk memberikan kesempatan setara bagi anak-anak dari daerah agar mampu berdiri sejajar di kancah global. Hak untuk bermimpi besar dan berkontribusi bagi bangsa, tidak boleh dibatasi oleh latar belakang geografis maupun ekonomi,” kata Luhut.

Luhut juga menitipkan pesan kepada jaringan alumni agar mengukur keberhasilan berdasarkan besarnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan negara. Ia mengimbau alumni serta generasi muda memegang teguh integritas, kesederhanaan, dan prinsip keteladanan dalam memimpin.

“Bangunlah negeri ini dengan ilmu, integritas, dan keberanian. Bagaimanapun tinggi ilmu yang kalian miliki, jika tidak disertai hati, semua itu tidak akan banyak berarti,” ucap Luhut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....