Nusantara Rising, Upaya KADIN Perkuat Soft Power Indonesia
- 04 Sep 2026 19:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa, ratusan bahasa, serta ribuan tradisi sebagai kekayaan budaya yang besar.
- KADIN mendorong sinergi kebudayaan dan ekonomi kreatif untuk mengubah warisan budaya menjadi karya, produk, lapangan kerja, dan ekspor.
- Nusantara Rising menjadi gerakan kolektif untuk memperkuat soft power Indonesia melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, kreator, akademisi, komunitas, dan media.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kebudayaan Rahayu Saraswati menilai kekayaan budaya Indonesia berpotensi menjadi kekuatan global. Indonesia memiliki lebih dari 1300 suku bangsa, ratusan bahasa, serta ribuan tradisi yang terus hidup hingga kini.
Warisan budaya itu mencakup cerita rakyat, musik, tari, kuliner, wastra, hingga peninggalan peradaban yang sangat kaya. Namun, ia menegaskan kekayaan budaya tidak otomatis menjadi kekuatan tanpa pengelolaan dan pengembangan melalui ekonomi kreatif.
"Kita memiliki lebih dari 1300 suku bangsa, ratusan bahasa hidup, ribuan tradisi, cerita rakyat, musik, tari, dan kuliner. Kebudayaan adalah sumber identitas, nilai, cerita, karakter, dan jiwa bangsa, sedangkan ekonomi kreatif menjadi mesin penggeraknya," katanya kepada wartawan usai menghadiri pembukaan Ideafest 2026, Jakarta Internasional Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, kebudayaan menjadi sumber identitas, nilai, cerita, karakter, serta jiwa bangsa yang membentuk kekuatan Indonesia. Ekonomi kreatif kemudian mengolah kekayaan budaya menjadi karya, produk, kekayaan intelektual, lapangan kerja, ekspor, investasi, dan pertumbuhan.
Dengan sinergi tersebut, budaya Indonesia dapat menciptakan daya tarik dan pengaruh yang lebih kuat di tingkat global. Ia mengatakan budaya Indonesia tidak seharusnya hanya tampil dalam seremoni atau menjadi kebanggaan yang berhenti di dalam negeri.
"Budaya Indonesia jangan hanya menjadi sesuatu yang kita tampilkan dalam seremoni atau kita banggakan hanya di dalam negeri. Budaya Indonesia harus mampu menciptakan daya tarik dan pengaruh di tingkat global melalui gerakan yang strategis bersama," ujarnya.
Semangat itu kemudian melahirkan Indonesia's Soft Power Paper yang diinisiasi KADIN bersama pelaku industri dan pemangku kepentingan. Dokumen tersebut menjadi fondasi sekaligus peta awal untuk mendorong penguatan soft power Indonesia secara bersama.
Sebagai kelanjutan gagasan tersebut, KADIN memperkenalkan Nusantara Rising Indonesia's Collective Soft Power Movement sebagai gerakan kolaboratif. Ia menyebut gerakan kolektif penting karena soft power Indonesia tidak dapat dibangun hanya oleh satu pihak.
"Soft power Indonesia memang tidak bisa dibangun sendirian, tidak bisa hanya oleh pemerintah maupun dunia usaha saja. Kekuatan tersebut tumbuh ketika semua unsur saling terhubung dan bergerak bersama secara strategis membangun pengaruh nasional," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....