Pemerintah Bangun Kembali Desa Adat Sade dengan Libatkan Masyarakat Setempat
- 04 Sep 2026 14:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan pemulihan Desa Adat Sade, dipekirakan memeluarkan anggaran Rp 25 sampai Rp 30 miliar
- Pemulihan Desa Adat Sade melibatkan lintas kementerian dan stake holder
- Pemerintah memastikan masyarakat terdampak kebakaran, dapat beraktivitas kembali
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah pusat bersama stake holder lainnya, bersama-sama membangun kembali Desa Adat Sade dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Kami bekerja sama dengan kementerian lainnya, gotong royong dengan ekosistem pariwisata, swasta, pemerintah pusat dan daerah. Membangun melibatkan masyarakat desa sehingga kita bisa membangun kembali Desa Sade,” kata Menteri Widiyanti Putri Wardhana, seperti dalam keterangan Bakom RI, Jumat, 4 September 2026.
Menteri Widiyanti juga meminta pemerintah daerah untuk mendata kembali warga terutama pekerja yang terdampak atas musibah kebakaran di Desa Adat Sade. Pemerintah memastikan warga terdampak dapat kembali beraktivitas.
“Masyarakat Desa Sade bisa aktif bekerja, ibu-ibu bisa menenun kembali,anak bersekolah. Kami minta dibuat bersama pemda mendata kembali detail nama-nama jumlah pekerja yang terdampak disana,” katanya.
Ia juga mendorong gubernur dan bupati membuat master plan atau rencana induk yang menjadi percontohan bagi desa adat lainya. Master plan mengembangkan desa adat yang aman termasuk infrastruktur keselamatan.
“Master plan menjadi pilot project Desa Adat lainnya yang rawan kebakaran, rawan kena musibah. Bagaimana teknologi yang adab isa dibuat sehingga ada infrastruktur keselamatan dan bisa menjadi contoh desa adat lainnya,” kata Menteri Widiyanti.
Menteri Widiyanti menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selanjutnya Politeknik Pariwisata Lombok, serta para pemangku kepentingan ekosistem pariwisata.
Rapat tersebut merumuskan empat langkah utama dalam rencana jangka panjang rekonstruksi Desa Adat Sade. Ia menjelaskan langkah pertama diawali dengan pembentukan tim kerja lintas sektor yang melibatkan kementerian/lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat adat.
Tim ini bertugas mendata terperinci terhadap masyarakat dan pekerja terdampak agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran. Selanjutnya, pemerintah merencanakan pembukaan akun donasi satu pintu guna mempermudah pengumpulan dana rekonstruksi desa.
“Langkah ini juga diimbangi dengan upaya pemenuhan pasokan bahan baku bangunan tradisional yang menjadi tantangan utama masyarakat adat dalam memulihkan hunian mereka,” katanya. Langkah selanjutnya, difokuskan pada penyusunan masterplan rekonstruksi yang disusun bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat adat agar tetap mempertahankan karakter serta identitas keaslian Desa Sade.
Masterplan ini dilengkapi dengan sistem Proteksi Kebakaran Terintegrasi, seperti penyediaan titik-titik APAR komunal yang didesain menyatu dengan estetika desa. Kemudian pembuatan embung air darurat, serta penataan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan pengelolaan sampah.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan pemulihan Desa Adat Sade, dipekirakan memeluarkan anggaran Rp 25 sampai Rp 30 miliar. Oleh sebab itu, pembahasan rekonstruksi Desa Sade melibatkan lintas kementerian.
“Setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp 25 sampai Rp 30 miliar kalau tidak salah. Dengan jumlah 75 rumah adat, 65 kios, ada 1 masjid, dan juga kawasan area,” kata Menteri Fadli dalam rapat kerja di Komisi X DPR, seperti disiarkan via YouTube TVR Parlemen, Rabu, 2 Sepember 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....