Djarum Foundation Dorong Konservasi Mangrove melalui Living Laboratory

  • 02 Sep 2026 15:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) mendorong konservasi mangrove melalui konsep Living Laboratory yang memadukan penelitian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir
  • Konsep tersebut diharapkan memperkuat upaya pelestarian ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat.
  • Director of Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara mengatakan ekosistem mangrove berperan penting menjaga lingkungan sekaligus mendukung kehidupan masyarakat di kawasan pesisir.

RRI.CO.ID, Bali - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) mendorong konservasi mangrove melalui konsep Living Laboratory yang memadukan penelitian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Konsep tersebut diharapkan memperkuat upaya pelestarian ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat.

Director of Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara mengatakan ekosistem mangrove berperan penting menjaga lingkungan sekaligus mendukung kehidupan masyarakat di kawasan pesisir. Menurutnya, ekosistem mangrove secara keseluruhan mampu menyimpan sekitar 3,1 miliar ton karbon dalam jumlah besar.

“Jumlah karbon tersebut setara dengan emisi gas rumah kaca dari penggunaan sekitar 2,5 miliar kendaraan bermotor selama setahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak perubahan iklim,” kata Mutiara Diah Asmara saat diwawancarai awak media usai Penanaman Pohon Mangrove di Denpasar Bali, Rabu, 2 September 2026.

Mutiara mengatakan keberadaan mangrove berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang tinggal dan menggantungkan aktivitasnya di kawasan pesisir. Ekosistem tersebut memberikan manfaat penting bagi kehidupan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan wilayah pesisir Indonesia secara berkelanjutan.

“Sekitar 120 juta masyarakat Indonesia bergantung pada ekosistem mangrove yang tersebar di sepanjang kawasan pantai. Karena itu, keberadaan mangrove perlu dijaga untuk mendukung kehidupan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan pesisir,” ucap Mutiara.

Mutiara menilai kondisi tersebut menjadi perhatian penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah pesisir cukup luas. Karena itu, Djarum Foundation mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat penanaman dan pelestarian mangrove yang telah dicanangkan sejak 2020.

“Kami mendukung pemerintah membangun dan menjaga ekosistem mangrove secara bersama-sama di pesisir Jawa Tengah hingga Bali. Langkah ini menjadi bagian komitmen bersama untuk memperkuat pelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir,” ucapnya.

Mutiara mengatakan, pelestarian mangrove juga berperan dalam menjaga keanekaragaman hayati di kawasan pesisir. Ia mencontohkan keberadaan elang Jawa yang juga ditemukan di Pulau Bali sebagai salah satu gambaran kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

“Luar biasa keanekaragaman hayati kita, elang Jawa bisa ada di Bali. Melalui konsep Living Laboratory ini, kita akan mengembangkan laboratorium hidup yang terbuka dan bisa menjadi tempat konservasi, penelitian, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat,” kata Mutiara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....