Dirut RRI Siapkan Evaluasi Anggaran agar Lebih Berdampak bagi Masyarakat

  • 01 Sep 2026 21:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hendrasmo akan mengevaluasi postur anggaran RRI agar lebih optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat, sesuai hasil RDP bersama Komisi VII DPR RI
  • RRI berencana membantu edukasi kompetensi jurnalistik bagi wartawan siber di luar internal untuk menekan penyebaran hoaks, disinformasi, misinformasi, dan malinformasi
  • RRI akan meningkatkan ruang jurnalisme warga melalui program ‘Halo RRI’ sebagai wadah masyarakat menyampaikan berbagai persoalan di daerah

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo akan mengevaluasi postur anggaran agar manfaatnya semakin berdampak bagi masyarakat. Evaluasi itu menjadi salah satu hasil pembahasan bersama pimpinan dan anggota Komisi VII DPR, Selasa, 1 September 2026.

Hendrasmo menegaskan bahwa akan terus mengevaluasi postur anggaran tersebut agar menjadi lebih optimal ke depannya. Ia menekankan bahwa evaluasi tersebut penting agar program RRI memberi dampak nyata dan lebih dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Tapi intinya kita akan mengevaluasi ya, terutama yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengoptimalkan postur anggaran kami. Supaya memang lebih berdampak kepada masyarakat,” ujarnya usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Selain soal anggaran, Hendrasmo menyampaikan bahwa persoalan hoaks masih menjadi perhatian utama anggota Komisi VII DPR RI. Ia mengakui RRI perlu melakukan upaya ekstra meski sudah memiliki sejumlah program seperti ‘Cek Fakta’ selama ini.

Ia menjelaskan RRI berencana membantu edukasi wartawan umum di luar internal, terutama wartawan siber, terkait kompetensi jurnalistik. Rencana ini muncul karena banyak wartawan siber belum bisa meningkatkan kompetensi secara mandiri tanpa bantuan pihak lain.

Menurutnya, RRI tengah merancang program kolaborasi guna membantu pemerintah menangani berbagai persoalan ‘sampah informasi’ di masyarakat. Program tersebut mencakup edukasi bagi wartawan siber untuk menekan penyebaran disinformasi, misinformasi, dan malinformasi secara luas.

“Kita ini sedang kita rencanakan, tapi intinya kita mencoba membantu pemerintah dalam hal menangani sampah informasi itu. Baik disinformasi, misinformasi, atau malinformasi itu melalui edukasi wartawan siber, jadi kita akan lakukan,” kata Hendrasmo.

Ia juga menyoroti pentingnya ruang bagi jurnalisme warga atau ‘Citizen Journalism’ melalui program siaran radio ‘Halo RRI’ di berbagai daerah. Program tersebut menjadi wadah masyarakat menyampaikan berbagai persoalan dan akan terus ditingkatkan kualitasnya ke depan.

Hendrasmo menyimpulkan ada tiga hal utama yang dibahas dalam pertemuan dengan Komisi I hari ini. Ketiganya adalah postur anggaran, persoalan hoax, dan penguatan jurnalisme warga yang akan segera direspons RRI.

“Jadi saya sampaikan ada tiga hal, pertama adalah postur anggaran kita, kedua concern (kekhawatiran) soal hoaks, tiga soal jurnalisme warga. Jadi kita mau merespons, membuat rencana bagaimana menangani, menyelesaikan tiga isu itu,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....