DPR: Maksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

  • 01 Sep 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta BMKG meningkatkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Menurut Lasarus, pemanfaatan potensi awan perlu dimaksimalkan selama kemarau masih berlangsung.

Ia berharap seluruh potensi awan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi kebakaran di wilayah terdampak. “Jadi satu-satunya jalan, pak Kepala BMKG, bapak memanfaatkan potensi awan yang ada," kata Lazarus saat rapat kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan semua mitra kerja di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2026.

Lasarus menilai kebakaran di lahan gambut sangat sulit dipadamkan menggunakan metode pemadaman biasa. Ia menilai, hujan menjadi cara yang paling efektif untuk membantu memadamkan kebakaran gambut.

Menurut Lasarus, kondisi asap di sejumlah wilayah Kalimantan sudah semakin parah hingga masuk ke dalam rumah. Ketua Komisi V itu menyebut kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya modifikasi cuaca selama kemarau.

“Jadi memang satu-satunya cara kita bagaimana kita memodifikasi cuaca ini. Jadi asap ini untuk wilayah-wilayah yang ada gambut, ini memang masalah dan sulit diatasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan OMC masih berlangsung di enam provinsi. Wilayah tersebut meliputi Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, Jambi, dan Sumatra Selatan.

“Ini secara situasional menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial. Jadi walaupun kelihatan awannya secara visual, tapi ketika kebakarannya sangat pekat itu menghujankan lebih sulit," ujar kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut.

Faisal juga menyebut kualitas udara di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Ia mengungkapkan, kondisi terburuk terpantau di Sintang, Kubu Raya, dan Mempawah dengan kategori berbahaya.

Sementara itu, Faisal memperkirakan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada pertengahan Oktober. “Diperkirakan di sebagian besar wilayah Indonesia hujan akan datang di pertengahan Oktober, kurang lebih,” ujar Faisal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....