Kemendikdasmen dan ESDM Perkuat Listrik untuk Percepat Digitalisasi Sekolah

  • 01 Sep 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendikdasmen dan Kementerian ESDM bersinergi menyediakan listrik guna mendukung percepatan digitalisasi pembelajaran, termasuk di wilayah 3T
  • Sebanyak 227.365 satuan pendidikan membutuhkan dukungan kelistrikan, meliputi penyambungan baru dan penambahan daya
  • Pemerintah menyiapkan alternatif tenaga surya berbasis baterai serta sistem off-grid bagi 9.544 sekolah tanpa jaringan PLN

RRI.CO.ID, Jakarta - Kemendikdasmen dan Kementerian ESDM memperkuat sinergi penyediaan listrik untuk mendukung percepatan digitalisasi pembelajaran di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, termasuk bagi sekolah-sekolah di daerah 3T.

Wakil Mendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan ketersediaan listrik menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program digitalisasi pembelajaran di sekolah. Perangkat digital membutuhkan pasokan listrik yang memadai dan andal agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami ingin memastikan seluruh ekosistem pendukungnya siap, jangan sampai Papan Interaktif Digital sudah sampai di sekolah, tetapi belum dapat dimanfaatkan. Karena listrik belum tersedia atau dayanya tidak mencukupi, di sinilah sinergi Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN menjadi sangat penting,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq saat bertemu dengan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Ruang Rapat Wamendikdasmen, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Pada 2026, kebutuhan Papan Interaktif Digital atau PID diperkirakan mencapai sekitar 713 ribu unit. Kebutuhan daya untuk perangkat tersebut berada pada kisaran 2.200 hingga 3.500 VA.

Hasil verifikasi Kemendikdasmen memetakan 227.365 satuan pendidikan yang membutuhkan dukungan penyediaan kelistrikan. Jumlah tersebut terdiri atas 26.162 kebutuhan penyambungan baru dan 201.203 kebutuhan penambahan daya.

Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada 9.544 satuan pendidikan yang belum terlayani jaringan PLN eksisting. Untuk wilayah tersebut, pemerintah membahas alternatif penyediaan listrik berdasarkan karakteristik dan kondisi masing-masing daerah.

Alternatif penyediaan listrik yang dibahas mencakup pemanfaatan tenaga surya berbasis baterai serta sistem off-grid. Pilihan tersebut disiapkan untuk mendukung sekolah yang berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan kelistrikan.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan kebutuhan listrik digitalisasi pembelajaran dapat disinergikan melalui Program Listrik Desa atau Lisdes. Sinergi antarkementerian dinilai dapat mempercepat pelaksanaan sekaligus mengoptimalkan program dan kebutuhan biaya yang tersedia.

“Tentu ada sarana-sarana pendidikan yang perlu mendapat percepatan penyambungan listrik. Dengan sinergi antarkementerian dan lembaga, percepatan yang dibutuhkan Kemendikdasmen dapat kami dukung,” kata Yuliot.

Fajar menyambut komitmen tersebut dan mengapresiasi dukungan Wamen Yuliot beserta jajaran Kementerian ESDM. Ia optimistis kerja sama lintas sektor dapat mempercepat pencapaian target pemerintah hingga wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....