Siap-siap! BGN Aktifkan 2.700 Dapur Gizi Gratis di Daerah 3T
- 31 Agt 2026 10:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN RI terus menggenjot, pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ribuan dapur MBG, ditargetkan mulai diaktifkan secara bertahap pada September 2026.
- Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, sekitar 2.700 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini telah berada kondisi siap beroperasi.
- September ini kami akan mulai membuka dapur-dapur di wilayah 3T, ada 2.700 yang sudah siap. Secara bertahap akan kami buka, termasuk di daerah-daerah yang memang banyak membutuhkan
RRI.CO.ID, Jakarta - BGN RI terus menggenjot, pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ribuan dapur MBG, ditargetkan mulai diaktifkan secara bertahap pada September 2026.
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, sekitar 2.700 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini telah berada kondisi siap beroperasi. Dapur SPPG tersebut, menjadi tahap awal perluasan program ke wilayah 3T, pondok pesantren, serta sejumlah daerah di luar Jawa.
"September ini kami akan mulai membuka dapur-dapur di wilayah 3T, ada 2.700 yang sudah siap. Secara bertahap akan kami buka, termasuk di daerah-daerah yang memang banyak membutuhkan," kata Sudaryono dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.
Sudaryono mengungkapkan, perluasan tersebut strategi pemerintah meningkatkan jangkauan MBG ke wilayah yang menghadapi keterbatasan akses layanan. Kawasan 3T, menjadi salah satu sasaran utama karena masih terdapat daerah yang belum tersentuh program pemenuhan gizi tersebut.
"Kami juga menyiapkan perluasan layanan ke pondok pesantren dan kawasan di luar Pulau Jawa. Penentuan lokasi dapur akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat serta kesiapan sarana pendukung di masing-masing wilayah," ucap Sudaryono.
Di sisi lain, BGN masih memiliki sekitar 13.000 dapur yang masuk dalam daftar antrean aktivasi. Namun, seluruh titik tersebut tidak akan otomatis mendapatkan izin operasional karena BGN masih melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan setiap lokasi.
"Dari 13.000 yang antre itu kami sisir, tidak semuanya langsung dibuka, ada yang masih berupa titik lokasi. Yang sudah siap akan kami aktivasi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing," ujar Sudaryono.
Proses penyaringan dilakukan, kata Sudaryono, demi memastikan dapur yang diaktifkan benar-benar memenuhi persyaratan operasional. Pembukaan SPPG tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan dapur dan kebutuhan penerima manfaat di wilayah sasaran.
BGN juga memastikan, ekspansi program MBG pada 2026 tidak membutuhkan tambahan anggaran dari pemerintah. Sudaryono menyebut, pagu yang telah tersedia tahun ini masih dapat dimaksimalkan untuk mendukung aktivasi dapur baru secara bertahap.
| Baca juga: Pemkot Bekasi Perkuat Pengawasan Program MBG |
"Insyaallah tidak perlu penambahan anggaran, anggaran yang sekarang di 2026 ini bisa kami maksimalkan. Sehingga kebutuhan MBG bagi wilayah-wilayah dan sekolah-sekolah yang belum terlayani bisa terpenuhi," kata Sudaryono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....