Kemensos Bangun LENSA SR, Pastikan Informasi Sekolah Rakyat Valid

  • 31 Agt 2026 07:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos membangun LENSA SR untuk memastikan informasi Sekolah Rakyat valid, terintegrasi, dan konsisten
  • Hingga Mei 2026, terdapat 5.299 pertanyaan dan aduan masyarakat terkait Sekolah Rakyat
  • Informasi dalam LENSA SR melalui proses penghimpunan, verifikasi, validasi, hingga penyusunan respons
  • Sistem mencakup enam tahapan mulai dari tangkap isu hingga monitoring dan pembelajaran organisasi
  • Kemensos menerapkan prinsip data-safe dan child-safe dalam penyampaian informasi

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) membangun LENSA SR untuk memperkuat tata kelola informasi mengenai Sekolah Rakyat. Sistem ini dikembangkan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten.

Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat 5.299 pertanyaan dan aduan melalui media sosial. Pertanyaan terbanyak berkaitan dengan lokasi, jadwal, dan ketersediaan Sekolah Rakyat.

Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik mengatakan LENSA SR dibangun untuk mengintegrasikan informasi dari pusat hingga daerah.

“Dengan adanya LENSA SR, segala informasi yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat dapat terintegrasi dengan baik dari pusat hingga daerah. Sehingga masyarakat mudah mendapatkan informasi yang valid, cepat dan terhindar dari narasi hoax di media sosial,” kata Fatkhurohman dalam keterangan tertulis, Minggu 30 Agustus 2026.

Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak langsung dijadikan materi publikasi. Informasi terlebih dahulu dihimpun dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki substansi.

Sumber informasi tersebut antara lain media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi lapangan.

Informasi kemudian diperiksa untuk memastikan akurat, terbaru, terkonfirmasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah itu, informasi diolah menjadi narasi dan rekomendasi respons sesuai tingkat kebutuhan.

Mekanisme LENSA SR terdiri atas enam tahapan. Tahapan tersebut meliputi tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi.

Penguatan tata kelola tersebut telah memasuki tahap implementasi. Kemensos menerbitkan Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor 3240/1/HM.01.03/8/2026 tentang Rekomendasi Isu dan Respons Komunikasi Sekolah Rakyat pada 27 Agustus 2026.

Nota dinas tersebut memuat isu prioritas, rujukan informasi yang telah dikonfirmasi, tingkat risiko isu, serta arahan penggunaan FAQ dan narasi yang sama. Dokumen itu telah disampaikan kepada unit pusat, Balai Besar, Sentra Terpadu/Sentra, dan kepala Sekolah Rakyat.

Lima hal menjadi perhatian dalam rekomendasi tersebut. Di antaranya ketepatan dan kemutakhiran data, kecepatan konfirmasi, konsistensi informasi, keamanan publikasi anak dan keluarga rentan, serta pencatatan tindak lanjut isu.

Aspek perlindungan anak menjadi perhatian karena komunikasi mengenai Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak dan keluarga rentan. Materi publikasi diarahkan memenuhi prinsip data-safe dan child-safe, termasuk tidak mengekspos kerentanan atau identitas sensitif anak.

Respons terhadap isu juga disesuaikan dengan tingkat risikonya. Isu ringan dapat ditangani melalui jawaban layanan, FAQ, atau koreksi informasi.

Sementara isu dengan risiko sedang memerlukan klarifikasi resmi atau konten penjelas. Sedangkan isu berat seperti keselamatan anak, kekerasan, kebocoran data, integritas anggaran, atau dugaan pelanggaran hukum akan dieskalasikan sesuai kewenangan.

Untuk menjaga keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe.

Instrumen tersebut dapat diperbarui mengikuti perkembangan isu, aduan masyarakat, pemberitaan, percakapan media sosial, dan informasi lapangan.

Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang diterapkan pada program Kemensos lainnya.

“Semoga ke depan LENSA SR menjadi rujukan sebagai program layanan informasi terintegrasi, tidak hanya dalam lingkup Sekolah Rakyat tapi juga program lain seperti PKH, Sembako atau layanan lain di Kemensos,” kata Robben.

Menurutnya, sistem tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.

Dengan LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak hanya disampaikan secara cepat. Informasi juga diharapkan telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap menjaga keamanan dan martabat anak serta keluarga rentan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....