Bupati Banjarnegara: Kopi Indonesia Punya Ciri Khas Tiap Daerah
- 30 Agt 2026 14:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bupati Banjarnegara, Amalia Desyana, menilai kopi Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda di setiap daerah.
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Bupati Banjarnegara, Amalia Desyana, menilai kopi Indonesia memiliki ciri khas berbeda di setiap daerah. Menurut dia, potensi tersebut dikembangkan dengan saling menguatkan antarwilayah.
Amalia mengatakan pemahamannya mengenai kopi berubah setelah mendengar cerita mengenai proses dan asal kopi dari petani. Menurut dia, dirinya baru memahami bahwa lokasi penanaman dapat memengaruhi rasa kopi.
"Jadi saya tidak pernah minum kopi tanpa gula, karena yang saya tahu kopi itu pahit,” ujarnya pada IP Talks & Coffee di Festival Kopi Dieng 2026 yang disiarkan secara langsung YouTube DJKI Kemenkum, Sabtu 29 Agustus 2026.
Setelah mendengar cerita petani, Amalia mengetahui kopi yang ditanam di lokasi berbeda dapat memiliki rasa berbeda. Bahkan, variasi tersebut menurut dia sudah terlihat di Banjarnegara.
“Ketika ketika mengetahui tadi ceritanya dari petaninya, saya baru sadar," ucapnya. "Jadi begini, ditanam di sebelah sana berbeda rasanya, ditanam di sebelah sini rasanya berbeda."
Amalia mengatakan keragaman tersebut tidak hanya dimiliki Banjarnegara. Indonesia memiliki berbagai daerah penghasil kopi dengan karakter masing-masing.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banjarnegara, Kristiano Hadi Pranoto, mengatakan Festival Kopi Dieng menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kopi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mempertemukan kopi dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif, Mohammad Amin, mengatakan penguatan tema Kopi Pegunungan Dieng dapat membantu promosi produk tersebut. Dia mengusulkan tema festival tahun depan dibuat lebih teknikal dan promosional.
“Kalau bisa tahun depan boleh enggak temanya itu kopi pegunungan Dieng jadi sesuatu tema yang sifatnya teknikal dan promosional,” ujar Amin.
Amin mengatakan tema tersebut dapat membuat berbagai kegiatan dalam festival bermuara pada Kopi Dieng. Menurut dia, talkshow, minum kopi bersama Bupati, hingga street coffee dapat diarahkan untuk memperkenalkan kopi Dieng.
Amalia berharap potensi kopi dari berbagai daerah terus dikembangkan melalui kolaborasi. Menurut dia, kekompakan dapat membuat kopi Indonesia semakin dikenal.
“Nah ketika kita kompak, kita kuat," katanya. "Insyaallah kopi ini juga bisa membawa nama baik Indonesia."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....