Menbud Fadli: Rekonstruksi Desa Adat Sade Harus Tahan Bencana
- 28 Agt 2026 23:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyusun rencana rekonstruksi Desa Adat Sade setelah kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026.
- Rekonstruksi akan mempertimbangkan ketahanan bencana dan kondisi iklim, termasuk risiko kebakaran akibat material kayu, jerami, serta korsleting listrik.
- Pemerintah berencana memperkuat sistem pemadaman kebakaran untuk melindungi bangunan adat dan menjaga kearifan lokal Desa Adat Sade.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan pemerintah tengah menyusun rencana rekonstruksi Desa Adat Sade, NTB. Sebelumnya, desa tersebut terbakar pada 22 Agustus 2026.
"Sedang dirancang (rekontruksi), ada 75, kalau tidak salah, bangunan adat, ada kios-kios juga, ada masjid. Sedang disusun perencanaannya dan memang harus segera kita bangun kembali," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam rencana rekonstruksi, kata dia, pemerintah akan mempertimbangkan desa adat tahan bencana termasuk kondisi iklim. Terutama pada musim kemarau yang kering dan berkepanjangan.
Pasalnya, bangunan adat menggunakan material kayu dan jerami mudah terbakar. Lalu, potensi adanya arus pendek listrik yang dapat memicu kebakaran juga perlu diantisipasi.
"Saya kira mungkin harus dilengkapi dengan pemadaman kebakaran," ucap dia. Ia juga menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade sekitar pukul 22.00 Wita.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari salah satu rumah sebelum kemudian menjalar ke bangunan lainnya. Bangunan tersebut diketahui menggunakan material mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.
Desa Adat Sade merupakan salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok. NTB. Kearifan lokal bangunan di desa tersebut dijaga dari generasi ke generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....