Mengapa Orangutan Penting bagi Kelestarian Hutan Tropis?
- 27 Agt 2026 23:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang setiap tahun mengancam kelangsungan hidup orangutan dan merusak ekosistem hutan secara keseluruhan.
- Asap tebal dari kebakaran hutan mengganggu kesehatan orangutan dan memaksa mereka berpindah ke kawasan permukiman warga yang berbahaya.
- Wilayah jelajah orangutan semakin menyempit dan terisolasi akibat kebakaran berulang, mengancam keberlangsungan populasi dan fungsi ekologis mereka.
RRI.CO.ID, Jakarta – Selain dapat merusak lahan dan mengganggu aktivitas warga, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga mengancam kelangsungan hidup satwa liar. Orangutan merupakan salah satu fauna yang terdampak, padahal keberadaan mereka sangat penting bagi ekosistem hutan.
Kebakaran hutan yang terus berulang setiap tahun membuat wilayah jelajah orangutan semakin menyempit dan terisolasi. Asap tebal akibat karhutla juga dapat mengganggu kesehatan orangutan sekaligus memaksa mereka berpindah mendekati kawasan permukiman warga.
Orangutan merupakan primata terbesar di Asia yang biasanya ditemukan di Pulau Sumatra dan Kalimantan. Melansir Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, susunan DNA orangutan mirip dengan manusia, sehingga memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.
Orangutan Kalimantan terbagi menjadi tiga subspesies, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus, Pongo pygmaeus wurmbii, dan Pongo pygmaeus morio. Ketiga subspesies tersebut tersebar di wilayah berbeda, mulai dari Sungai Kapuas, Sarawak, Barito, Sabah dan Kalimantan Timur.
Melansir dari Kementerian Kehutanan, orangutan merupakan satwa arboreal dengan daerah jelajah yang luas serta masa hidup yang panjang. Orangutan memiliki panjang lengan dua kali tubuhnya dan pinggul fleksibel yang mampu berputar hampir 180 derajat.
Orangutan termasuk satwa frugivora atau pemakan buah, namun juga mengonsumsi daun, kulit kayu, serangga, tanah, hingga vertebrata kecil. Oleh karena itu, orangutan memiliki peran ekologis yang luas di dalam ekosistem hutan hujan tropis.
Orangutan berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem dengan memencarkan biji dari tumbuhan yang mereka konsumsi setiap hari. Ketiadaan orangutan di hutan dapat mengakibatkan kepunahan sejumlah tumbuhan yang penyebarannya bergantung pada primata ini.
Melansir Orangutan Appeal UK, orangutan dikenal sebagai spesies payung, artinya melindungi orangutan turut melindungi ratusan spesies lain. Perlindungan terhadap orangutan diperkirakan turut menjaga sekitar 20 ribu spesies flora dan fauna lain dalam habitat yang sama.
Saat bergerak di antara pepohonan, orangutan sering membengkokkan dan mematahkan ranting untuk membangun sarang tempat mereka beristirahat. Aktivitas tersebut turut membentuk struktur hutan dengan menciptakan celah cahaya matahari yang membantu spesies lainnya berkembang.
Orangutan memiliki kemampuan mengobati diri sendiri dengan daun maupun kulit kayu yang memiliki khasiat antibakteri dan antiradang. Hutan yang dijaga orangutan berperan besar menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar sekaligus menghasilkan oksigen bagi kehidupan.
Karhutla di Indonesia saat ini masih melanda sejumlah wilayah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lima titik karhutla besar terjadi pada 25 hingga 26 Agustus 2026. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....