Polisi Sita Puluhan Sajam dan Bahan Molotov jelang Aksi Penyampaian Aspirasi

  • 27 Agt 2026 14:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polisi menyita 39 senjata tajam, dua airsoft gun, tujuh jeriken bensin, dan 201 botol kaca bersumbu.
  • Barang tersebut diamankan dalam rangkaian pencegahan terhadap 65 orang menjelang penyampaian aspirasi di DPR/MPR RI.
  • Penyidik masih menelusuri asal barang, sumber pendanaan, serta pihak yang diduga menyediakan sarana.

RRI.CO.ID, Jakarta – Polda Metro Jaya menyita puluhan senjata tajam menjelang penyampaian aspirasi di kawasan DPR/MPR RI. Temuan itu disertai airsoft gun, jeriken bensin, dan ratusan botol kaca bersumbu yang kini diperiksa penyidik.

Barang-barang tersebut diamankan dalam rangkaian pencegahan terhadap 65 orang, Kamis, 27 Agustus 2026. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengatakan pemeriksaan masih terus dikembangkan.

“Penyidik masih mendalami pihak yang berperan dalam perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, dan pengorganisasian massa. Kami juga mendalami pihak yang memberikan perintah atau arahan,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dari rangkaian pengamanan tersebut, polisi menyita 39 senjata tajam dan dua airsoft gun. Petugas juga menemukan satu tabung gas airsoft gun, gotri, serta tiga stik golf.

Selain senjata, polisi mengamankan tujuh jeriken berisi bensin yang turut diperiksa sebagai barang bukti. Di lokasi yang sama, petugas menemukan 201 botol kaca bersumbu yang diduga terkait pembuatan molotov.

Temuan tersebut dilengkapi sejumlah tas ransel yang diduga digunakan untuk membawa berbagai barang. Polisi juga menyita banner, pengeras suara, pilok, obat-obatan, serta telepon seluler.

Rangkaian barang bukti itu membuat penyidik memperluas pemeriksaan terhadap asal dan sumber pengadaannya. Penelusuran dilakukan melalui keterangan para pihak, komunikasi digital, transaksi keuangan, serta barang bukti lainnya.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan langkah tersebut bertujuan mencegah potensi kekerasan. Menurutnya, pencegahan dilakukan tanpa membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib.

“Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan,” katanya.

Upaya tersebut diperkuat melalui patroli ruang digital untuk mengantisipasi provokasi, disinformasi, fitnah, dan konten kebencian. Langkah itu berjalan bersama pengamanan lapangan agar aktivitas masyarakat sekitar tetap berlangsung normal.

Hingga Kamis sore ini, pihak kepolisian menyebut situasi Jakarta masih dalam kondisi aman dan terkendali. Aktivitas lalu lintas, pendidikan, ibadah, serta kegiatan perekonomian juga dilaporkan tetap berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....