Kiai Sepuh NU Keluarkan Tausiyah Moral jelang Muktamar ke-35
- 26 Agt 2026 19:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Para Kiai Sepuh NU merilis tujuh poin Tausiyah Moral untuk merespons dugaan pengondisian dan intimidasi menjelang Muktamar ke-35 NU.
- Ulama senior mendesak Presiden menindak oknum pejabat yang menjual nama pemerintah demi menekan kedaulatan muktamirin.
- Pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo menegaskan pentingnya menjaga proses pemilihan kepemimpinan yang jujur dan bermartabat.
RRI.CO.ID, Kediri - Para kiai sepuh Nahdlatul Ulama mengeluarkan tujuh poin tausiyah moral menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35. Forum ulama senior menyelenggarakan pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Lirboyo pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Sikap tegas ini muncul akibat maraknya pengondisian serta isu karantina peserta di Asrama Haji Sukolilo. Agenda tersebut menjadi kelanjutan dari pembahasan sebelumnya yang telah dilaksanakan di kantor PBNU.
Sejumlah ulama sepuh seperti KH Ma’ruf Amin dan KH M. Anwar Mansur menghadiri musyawarah tersebut. Pertemuan ini juga dihadiri KH Abdullah Kafabihi Mahrus serta KH Ubaid Maemun Zubair di Kediri.
Juru Bicara Kiai Sepuh KH Muhibul Aman Ali memberikan keterangan resmi usai musyawarah ulama berakhir. Musyawarah tertutup para ulama senior tersebut berlangsung intensif selama lebih dari satu jam penuh.
"Memilih pemimpin yang tidak afdal (tidak terbaik), padahal tahu ada yang lebih baik, adalah bentuk pengkhianatan kepada Allah, Rasulullah, dan para muassis (pendiri NU). Jika proses yang tidak jujur ini dibiarkan dan menjadi preseden buruk (sunnah sayyi'ah), maka dosa dari perbuatan tersebut akan terus mengalir hingga hari kiamat," kata KH Muhibul Aman Ali menyampaikan amanat para kiai sepuh usai pertemuan.
Para kiai mengecam praktik transaksi politik dan tekanan yang merusak kedaulatan para pemilik suara. Oknum pejabat yang menggunakan nama Presiden untuk menekan psikologis muktamirin mendapat kecaman sangat keras.
Presiden diminta menindak tegas oknum menteri yang terbukti melakukan intervensi dalam proses organisasi NU. Para ulama menyatakan kesiapan menghadap Presiden secara langsung guna menyerahkan seluruh bukti intervensi tersebut.
Kiai sepuh mengimbau pihak yang mencoba merusak proses muktamar agar segera bertaubat sebelum segalanya terlambat. Hasil tausiyah ini disebarkan secara terbuka kepada struktur organisasi, panitia, pemerintah, dan masyarakat luas.
"Nasihat ini adalah Tausiyah—bentuk kasih sayang mendalam para kiai sepuh kepada NU dan para muridnya. Kami ingin Muktamar ke-35 NU di Jombang berjalan jujur, demokratis, dan menjaga marwah ulama warasatul anbiya," ujar KH Muhibul Aman Ali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....