Komisi VIII Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Korban Gempa NTT

  • 26 Agt 2026 12:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak gempa NTT harus menjadi prioritas dalam penanganan bencana.
  • BNPB diminta terbuka menyampaikan kekurangan kebutuhan agar DPR dapat memperjuangkan dukungan pendanaan.
  • Kondisi riil masyarakat di lapangan menjadi dasar pemerintah dalam memastikan bantuan dan penanganan tepat sasaran.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, menegaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak gempa NTT harus menjadi prioritas. DPR siap memperjuangkan dukungan pendanaan apabila masih terdapat kebutuhan penanganan yang belum terpenuhi.

Ansory meminta BNPB menyampaikan berbagai kebutuhan dan kendala yang ditemukan selama penanganan bencana. Informasi tersebut diperlukan agar DPR dapat menindaklanjuti kekurangan melalui fungsi pengawasan dan dukungan pemerintah.

“Kalau bisa, apa yang kurang silakan disuarakan. Sampaikan ke Komisi VIII, kita perjuangkan pendanaannya,” ujar Ansory saat meninjau penanganan bencana gempa bumi di NTT, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Ansory, kebutuhan masyarakat terdampak dapat berkembang seiring proses penanganan dan pemulihan bencana. Karena itu, kondisi riil di lapangan perlu disampaikan secara terbuka untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi.

Ansory meminta BNPB tidak ragu melaporkan kekurangan yang ditemukan selama proses penanganan bencana. Keterbukaan tersebut dinilai penting agar pemerintah pusat dapat segera memberikan intervensi sesuai kebutuhan.

“Jangan sungkan-sungkan melaporkan ke pusat apa yang terjadi di lapangan. Kalau memang itu kurang benar, bicara langsung, kalau ada kekurangan, bicara langsung, jangan ditutup-tutupi,” ucap Ansory.

Ia menilai keterbukaan informasi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital dan media sosial. Informasi kondisi masyarakat dapat tersebar dengan cepat sehingga pemerintah perlu memastikan penanganan berdasarkan fakta di lapangan.

“Karena sekarang ini kita sudah dunia digital, sudah dunia maya, kita tidak bisa membohongi itu. Apa yang terjadi di masyarakat nanti, tentu akan terdengar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....