Menag: Akhlak Rasulullah Fondasi Membangun Peradaban
- 25 Agt 2026 13:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan umat Islam untuk menjadikan akhlak sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.
- Rasulullah SAW memulai proses dakwah dengan fokus pada pembangunan akhlak manusia sebagai dasar untuk perubahan kehidupan yang menyeluruh.
- Menurut Menag, ketika akhlak tegak maka keadilan akan tumbuh dan ilmu pengetahuan akan membawa manfaat bagi masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan akhlak sebagai fondasi membangun peradaban. Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, Rasulullah SAW memulai dakwah dengan membangun akhlak manusia sebagai dasar perubahan kehidupan. "Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh, maka ilmu pengetahuan akan membawa manfaat,” ujar Menag.
Ia mengatakan, transformasi yang dibawa Rasulullah SAW tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga peradaban manusia. Transformasi tersebut berakar pada tauhid, ilmu pengetahuan, keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Nasaruddin mengutip sabda Rasulullah SAW, Innamā bu'itstu li utammima makārimal akhlāq, yang bermakna menyempurnakan kemuliaan akhlak. Menurutnya, pesan tersebut menjadi kunci memahami perubahan besar yang dibawa Rasulullah SAW dalam sejarah peradaban.
Ia mengatakan, masa jahiliah ditandai kemerosotan nilai kemanusiaan, termasuk penindasan terhadap kelompok lemah. Kini, ilmu pengetahuan berkembang pesat dan kehidupan manusia mengalami lompatan peradaban yang besar.
Namun, kemajuan tersebut harus dirawat dengan nilai kemanusiaan agar memberikan manfaat bagi kehidupan bersama. “Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam dan mendedikasikan hidupnya membebaskan manusia dari kejahilan,” katanya.
Untuk itu Menag mengajak umat Islam memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak dan ajarannya. Ia berharap momentum Maulid Nabi menjadi pengingat untuk menghadirkan nilai kasih sayang dan kemanusiaan dalam kehidupan.
"Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya, dan menghidupkan ajarannya. Semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....