Kementerian PU Cari Teknologi Ubah Air Laut Jadi Air Tawar di Palue

  • 24 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU menjajaki teknologi BRIN untuk mengubah air laut menjadi air tawar bagi masyarakat Pulau Palue
  • Sebanyak 481 dari 495 prasarana air bersih terdampak gempa di Sikka mengalami kerusakan berat
  • Penjajakan teknologi dilakukan sebagai alternatif memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Palue pascagempa

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian PU terus mempercepat pemulihan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sikka, NTT. Upaya tersebut dilakukan dengan membuka peluang pemanfaatan teknologi melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut pihaknya mencari teknologi yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar. Ia mengatakan teknologi tersebut diharapkan menjadi alternatif penyediaan air bersih bagi masyarakat Pulau Palue, Kabupaten Sikka tersebut.

“Saya sudah kontak Kepala BRIN, siapa tahu mereka punya teknologi apapun untuk mengkonversi air laut itu menjadi tawar. Itu menurut saya akan jauh lebih efektif dan efisien,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.

Dody mengatakan kondisi geografis Pulau Palue membuat pencarian sumber air bersih membutuhkan penanganan khusus. Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi keberadaan gunung berapi aktif di wilayah Pulau Palue.

“Saya sudah bayangkan bahwa itu akan susah mencari sumber air bersih, tapi kita akan terus upayakan. Nanti kita yang jungkir balik untuk mencari apapun supaya teman-teman kita di Palue itu tetap merasa bagian dari NKRI,” kata Menteri Dody.

Kerusakan infrastruktur air bersih menjadi salah satu tantangan besar pascagempa di Kabupaten Sikka. Dari 495 prasarana air bersih terdampak, sebanyak 481 unit tercatat mengalami kerusakan berat.

Kerusakan terutama terjadi pada Bak Penampung Air Hujan (BPAH) milik masyarakat di Kecamatan Palue. Sementara infrastruktur air bersih milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di wilayah daratan mengalami kerusakan ringan dan sedang.

Selain infrastruktur air bersih, gempa juga berdampak terhadap ratusan prasarana sanitasi di Kabupaten Sikka. Sebanyak 371 prasarana sanitasi terdampak, dengan 302 unit di antaranya mengalami kerusakan berat.

Kerusakan berat terutama terjadi pada fasilitas mandi, cuci, dan kakus milik masyarakat di Kecamatan Palue. Kondisi tersebut membuat pemulihan pelayanan dasar menjadi salah satu kebutuhan penting pascagempa.

Dody mengatakan percepatan pemulihan infrastruktur dasar merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, masyarakat terdampak bencana harus segera memperoleh dukungan agar dapat kembali menjalankan kehidupan normal.

“Kami melaksanakan ini karena arahan dan dukungan penuh dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya. Ia mengatakan upaya tersebut dilakukan agar masyarakat terdampak bencana dapat segera kembali menjalankan kehidupannya.

Melalui percepatan perbaikan infrastruktur sumber daya air dan sanitasi, Kementerian PU berupaya memulihkan kebutuhan dasar masyarakat Palue. Penjajakan teknologi konversi air laut menjadi air tawar juga dilakukan sebagai alternatif penyediaan air bersih.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak gempa memperoleh penanganan secara menyeluruh. Kementerian PU juga mendorong solusi infrastruktur berkelanjutan untuk mendukung pemulihan masyarakat Pulau Palue.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....