Hasil SUPAS BPS: 11 Juta Penduduk Indonesia Berstatus Komuter
- 24 Agt 2026 16:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hasil SUPAS 2025 BPS mencatat sekitar 11 juta penduduk Indonesia berstatus sebagai pekerja komuter.
- KAI Commuter melayani sebanyak 242.932.764 pelanggan sepanjang periode Januari hingga Juli tahun 2026.
- Pertumbuhan jumlah pelanggan angkutan rel di luar Jabodetabek mencatatkan persentase persentase kenaikan lebih tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) merekam sekitar 11 juta penduduk Indonesia berstatus komuter. Tingginya angka mobilitas harian masyarakat tersebut mendorong peningkatan penggunaan sarana transportasi umum berbasis rel antarwilayah.
Perubahan pola pergerakan masyarakat harian makin terhubung erat antara kawasan pemukiman dengan pusat kegiatan ekonomi perkotaan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan rilis data operasional sektor transportasi umum pada Senin, 24 Agustus 2026.
Layanan KAI Commuter tercatat berhasil melayani 242.932.764 pelanggan sepanjang kurun waktu 1 Januari sampai 31 Juli 2026. Volume angkutan rel harian nasional tersebut mengalami pertumbuhan 6,65 persen dibanding tahun lalu sebanyak 227.781.787 penglaju.
Commuter Line Jabodetabek menjadi kontributor utama dengan mengangkut 210.468.029 penumpang atau menyumbang porsi keterangkutan sebesar 86,64 persen. Capaian pergerakan pengguna jasa wilayah metropolitan Jakarta naik 6,39 persen dibanding periode lalu sebesar 197.833.176 orang.

Operasional harian armada angkutan massal nasional tersebut mencatatkan rata-rata keterangkutan sekitar 1,15 juta pelanggan dalam 212 hari. Wilayah operasional Bandung membukukan volume 11.872.273 penumpang atau mengalami persentase kenaikan tinggi sebesar 8,55 persen.
Trafik perjalanan area Surabaya menjangkau 10.009.552 penglaju dari realisasi periode sebelumnya yang mencatatkan sebanyak 9.255.362 penumpang. Sementara itu layanan Commuter Line Yogyakarta meraih volume 5.630.179 pengguna dibanding capaian lalu sejumlah 5.242.906 pelanggan.
Rute Commuter Line Basoetta mencatat volume 1.392.113 pengguna dari angka periode lalu sebanyak 1.267.286 penumpang. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan penjelasan terkait peran strategis moda transportasi rel perkotaan.
“Mobilitas masyarakat semakin melintasi batas wilayah. Bagi KAI, tren ini menegaskan pentingnya kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal di kawasan perkotaan dan aglomerasi,” ujar Anne, Senin, 24 Agustus 2026.
Layanan Kereta Api Prameks tumbuh 6,69 persen dari angka 649.266 penglaju menjadi sebanyak 692.699 orang. Wilayah operasional Merak juga mengalami kenaikan volume dari angka 2.596.836 orang menjadi sebesar 2.867.919 pelanggan.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memaparkan strategi penyesuaian layanan angkutan rel antarwilayah. Tingkat pertumbuhan pelanggan daerah luar Jabodetabek tercatat lebih tinggi dibanding wilayah metropolitan Jakarta pada periode tersebut.
“Pertumbuhan di berbagai wilayah menjadi dasar bagi KAI untuk terus menyesuaikan kapasitas, pola layanan, dan konektivitas dengan perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat,” kata Wisnu.
Dinamika pergerakan penduduk kawasan perkotaan Indonesia menuntut keterhubungan sarana transportasi masal berkapasitas besar dan terjadwal. Manajemen KAI Group memanfaatkan perkembangan data perjalanan penumpang sebagai landasan utama pengembangan jaringan konektivitas antarkawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....