Mentan Amran Ajak Ulama Kawal Indonesia Maju
- 24 Agt 2026 01:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mentan Andi Amran Sulaiman mengajak ulama mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat
- Swasembada pangan dinilai menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia kuat pada 2045
- Pemerintah mendorong hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ekonomi nasional
- Amran menilai Indonesia berpeluang menjadi kekuatan ekonomi dunia melalui kemandirian pangan, energi, dan protein
- Amran meminta dukungan ulama karena transformasi besar tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri
RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak ulama mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat. Swasembada pangan nasional menjadi fondasi penting untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang kuat pada 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Daerah Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan di Kota Makassar. Forum penguatan ukhuwah dan transformasi umat tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keberhasilan swasembada beras membuktikan ketangguhan seluruh bangsa Indonesia. Capaian sektor pertanian tersebut memerlukan kerja keras serta kolaborasi nyata dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami ingin melaporkan apa capaian kita bersama. Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia harus swasembada beras dan tidak impor beras,” kata Amran.
Amran menyatakan bahwa pemerintah terus berkeliling Indonesia demi mendengar langsung kebutuhan dari para petani. Pemerintah menghadapi berbagai tantangan krisis global serta praktik yang dinilai merugikan bagi para petani.
“Pilihan kami hanya dua, berhenti atau menegakkan kebenaran. Selama napas masih dipinjamkan Allah, kami akan terus menegakkan kebenaran dan tidak pandang bulu,” ucap Amran.
| Baca juga: Mentan Amran Akan Bertemu Komnas Perempuan |
Ia memaparkan agenda hilirisasi komoditas pertanian serta pengembangan energi berbasis sumber daya pertanian nasional. Hilirisasi komoditas strategis tersebut sangat penting untuk menciptakan nilai tambah bagi penguatan ekonomi nasional.
“Dunia saat ini menghadapi tiga krisis besar, yaitu air, pangan, dan energi. Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar,” ujarnya.
Amran menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk menjadi negara adidaya pada masa depan. Pengolahan komoditas kelapa dan sawit dalam negeri dinilai mampu membuka banyak peluang lapangan kerja.
“Mimpi kita adalah menjadi negara superpower pada 2045. Caranya, setiap pulau harus mandiri pangan, mandiri energi, dan mandiri protein,” kata Amran.
Ia kembali mengajak seluruh pemuka agama untuk aktif mendukung agenda transformasi nasional milik pemerintah. Transformasi berskala besar membutuhkan kerja sama nyata dari seluruh elemen bangsa secara menyeluruh berkelanjutan.
“Kami mohon doa dan dukungan dari para ulama. Transformasi besar tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri,” ucap Amran.
Sekretaris Jenderal DPP MUI Buya Arif Fahrudin menyatakan kesiapan lembaganya menjadi mitra strategis pemerintah. Lembaga keagamaan tersebut siap mengawal agenda pembangunan nasional demi meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
“Majelis Ulama Indonesia adalah rumah besar umat yang harus mampu mempersatukan seluruh kekuatan bangsa. Tantangan ke depan semakin berat sehingga dibutuhkan ukhuwah, kepedulian, dan kerja bersama,” kata Buya Arif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....