BPBPK Kalimantan Tengah Catat 19.992 Titik Panas KarhutlaSepanjang 2026
- 23 Agt 2026 04:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBPK Kalimantan Tengah merekapitulasi sebanyak 19.992 titik panas dan 1.639 kejadian karhutla sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026.
- Sebanyak 10.700 personel gabungan diturunkan untuk memadamkan karhutla yang mencakup lahan seluas 4.499,21 hektare dari total 7.634,46 hektare.
- Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan karhutla bersama sejumlah menteri serta pimpinan instansi di Posko Aju Bandara Tjilik Riwut.
RRI.CO.ID, Pontianak - Kalimantan Tengah mencatatkan sebanyak 19.992 titik panas dalam kurun waktu sejak 1 Januari hingga 22 Agustus 2026. Data resmi ini dihimpun secara menyeluruh oleh Pusat Pengendalian Operasi Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan.
Laporan harian mencatat sebanyak 1.639 kejadian kebakaran telah ditangani oleh personel gabungan di seluruh wilayah. Penanganan darurat tersebut telah berhasil memadamkan areal lahan terbakar yang mencapai seluas 4.499,21 hektare secara keseluruhan.
Analisis satelit Kementerian Kehutanan mengonfirmasi total luas areal terbakar di wilayah ini mencapai angka 7.634,46 hektare. Capaian luas area terbakar tersebut menempatkan kawasan ini berada pada urutan kesembilan secara tingkat nasional.
Sebanyak 13 kabupaten atau kota kini resmi menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran secara serentak. Penetapan status darurat ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran titik api yang kian meluas di lapangan.
Penanganan operasi pemadaman di lapangan diperkuat dengan mengerahkan keterlibatan sebanyak 10.700 personel gabungan lintas instansi. Pasukan gabungan ini terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas kehutanan, pemadam kebakaran, serta TNI.
Personel Manggala Agni bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Masyarakat Peduli Api turut dikerahkan secara aktif. Keterlibatan penuh dari berbagai unsur potensi masyarakat lokal ikut memperkuat barisan penanganan bencana alam ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan laporan resmi. Laporan berkala tersebut disampaikan langsung di Posko Aju kawasan Bandara Tjilik Riwut pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
“Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Kalimantan Tengah. 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 tercatat 19.992 titik panas atau hotspot,” ujar Ahmad Toyib.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat telah memberikan berbagai bentuk bantuan sarana pendukung operasi pemadaman secara terpadu. Dukungan nyata dari pusat diwujudkan melalui skema supervisi berkala dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
“Ucapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada bapak presiden yang melalui kementerian teknis juga telah memberikan supervisi penanggulangan karhutla kepada Kalimantan Tengah. Dengan sudah memberikan supervisi dan arahan kepada kami dalam pelaksanaan penanggulangan karhutla sampai dengan hari ini,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menginformasikan pelaksanaan agenda rapat terbatas pemerintah di lokasi. Rapat terbatas tingkat tinggi tersebut diselenggarakan secara langsung di kawasan wilayah kota Pontianak dan Palangka Raya.
“Setelah tadi dari posko di Kalimantan Barat, di sini di Posko Aju, Kalimantan Tengah, Palangka Raya, telah hadir beberapa menteri, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakapolri, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Kalimantan Tengah. Selanjutnya, Kepala BPBD Kalimantan Tengah akan menjelaskan kepada Bapak Presiden terkait perkembangan karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Teddy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....