Tim Gabungan Gagalkan 2,6 Ton Sabu Cair di Riau, Berpotensi Berdampak ke 14 Juta Orang
- 22 Agt 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim gabungan menggagalkan penyelundupan 2,6 ton narkotika cair di perairan Tanjung Balai Karimun.
- Sepuluh awak kapal asal Myanmar diamankan bersama narkotika cair dan ratusan dus rokok ilegal.
- Pemerintah memperkuat patroli, pengawasan siber, dan pertukaran informasi untuk mencegah penyelundupan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim gabungan menggagalkan penyelundupan sekitar 2,6 ton narkotika cair di perairan Kepulauan Riau. Pengungkapan tersebut dilakukan BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepulauan Riau.
Petugas menyergap kapal MV Ocean Porter di perairan Tanjung Balai Karimun, Senin, 17 Agustus 2026. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 10 awak kapal berkewarganegaraan Myanmar.
Petugas juga menemukan tangki air berisi sekitar 2,6 ton narkotika cair. Selain itu, ratusan dus rokok ilegal asal China ditemukan dalam kontainer kapal.
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengapresiasi keberhasilan operasi gabungan tersebut. Menurutnya, penggagalan peredaran narkoba menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat.
Djamari menyebut barang bukti yang diamankan berpotensi berdampak terhadap sekitar 14 juta orang. Ia menilai pencegahan jauh lebih penting daripada menanggung dampak sosial dan ekonomi akibat peredaran narkoba.
“Ini bukti bahwa kita tidak akan pernah lemah dan tidak akan pernah menurunkan semangat untuk mencegah hal-hal tersebut. Bersama-sama kita jaga kedaulatan bangsa ini,” katanya dalam keterangan pers pengungkapan 2,6 ton sabu cair di Batam, Kepulauan Riau, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengatakan, pengawasan di Kepulauan Riau menghadapi tantangan cukup besar. Wilayah tersebut berada di jalur perairan internasional yang rawan dimanfaatkan jaringan penyelundupan.
“Walaupun ancaman memang diakui sangat tinggi karena wilayah Kepri ini adalah wilayah perairan internasional. Tentunya para penyelundup selalu berusaha untuk masuk, tapi kita tidak gentar dan kita tidak akan berhenti,” kata Suyudi.
Suyudi mengatakan, BNN terus memperkuat patroli dan pemantauan untuk mencegah masuknya narkotika. Pengawasan juga dilakukan di ruang siber dengan memperkuat pertukaran informasi antarinstansi.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan perbatasan untuk melindungi masyarakat.
“Saya tegaskan kembali bahwa Bea Cukai akan terus berada di garis terdepan dalam menjaga perbatasan. Melindungi masyarakat, dan memastikan ekonomi nasional tumbuh dengan sehat,” kata Djaka.
Seluruh awak kapal dan barang bukti telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemerintah memastikan pemberantasan jaringan narkoba akan terus dilakukan melalui penguatan koordinasi antarinstansi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....