Antisipasi AI dalam Kejahatan Siber, Wamenkomdig Tekankan Security by Design
- 22 Agt 2026 07:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara operasional kejahatan siber di Indonesia.
- Deepfake dan rekayasa sosial adalah contoh nyata bagaimana AI dimanfaatkan untuk melakukan tindak kejahatan yang sulit dikenali oleh publik.
- Penipuan digital yang memanfaatkan teknologi AI menjadi semakin canggih dan menantang untuk dideteksi, memerlukan kesadaran dan kewaspadaan yang lebih tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini, turut mengubah cara kejahatan siber. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, dalam acara Kaspersky's Academic Partners Summit 2026.
Seperti dicontohkan Wamenkomdigi, yakni dalam tindak kejahatan siber yang memanfaatkan deepfake dan rekayasa sosial. Tindakan kejahatan dengan memanfaatkan AI tersebut, membuat penipuan semakin suli dikenali.
Untuk itu keamanan siber ditekankannya, bukan baru dapat ditangani setelah serangan terjadi. Namun Nezar menegaskan, bahwa keamanan siber harus dirancang sejak awal dalam pembangunan teknologi dan platform digital.
"Kita perlu bergeser ke desain atau proses bisnis yang mengutamakan keamanan. Ini yang kita sebut sebagai security by design," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Dalam perkembangan AI lebih lanjut Wamenkomdigi menuturkan, bahwa dampaknya tidak hanya untuk memperkuat kemampuan pertahanan siber. Namun dengan semakin berkembangnya AI ia menilai, juga akan berdampak pada perluasan kemampuan pelaku kejahatan.
Menurutnya, deepfake dan model AI canggih, telah menjadi teknologi yang dapat digunakan semua orang untuk melakukan kejahatan siber. Untuk merespons ancaman tersebut, Kemkomdigi mendorong tata kelola keamanan AI yang membangun ketahanan tanpa menghambat inovasi.
“AI tidak menciptakan ancaman ini dari ketiadaan, tetapi mempercepat perkembangan, kualitas, dan jangkauannya. Tujuan kita adalah membangun kerangka kerja tata kelola keamanan AI yang komprehensif dan kuat, yang memungkinkan inovasi untuk terus maju sambil memastikan bahwa keamanan, akuntabilitas, dan ketahanan dibangun sejak awal," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....