KUR Sumut Tembus Rp11 T, Kementerian UMKM Dorong UMKM Naik Kelas
- 21 Agt 2026 14:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatera Utara telah mencapai sekitar Rp11 triliun kepada 168 ribu debitur
- Kementerian UMKM menargetkan program tersebut dapat memperkuat kapasitas sekitar 500 UMKM hasil inkubasi di Sumatera Utara
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian UMKM mendorong peningkatan akses pembiayaan agar semakin banyak pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya. Seperti penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatra Utara telah mencapai sekitar Rp11 triliun kepada 168 ribu debitur.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, sekitar Rp7,56 triliun dari total penyaluran KUR Sumatra Utara telah mengalir ke sektor produksi. Menurutnya, pembiayaan produktif menjadi salah satu kunci untuk mendorong UMKM berkembang dan naik kelas.
“Kita mencoba menjadikan lembaga-lembaga inkubasi ini untuk menyiapkan sekitar 500 UMKM agar mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan secara komprehensif. Mulai dari perizinan, legalisasi, teknologi, peningkatan produksi, hingga akses pemasaran,” kata Maman, dalam keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, Kementerian UMKM juga akan mendorong peningkatan kuota KUR Bank Sumut. Saat ini, penyaluran KUR melalui Bank Sumut telah mencapai sekitar Rp954 miliar atau mendekati Rp1 triliun.
“Kita akan upayakan peningkatan kuota KUR Bank Sumut hingga sekitar Rp2 triliun. Peningkatan akses pembiayaan harus dibarengi dengan kesiapan pelaku usaha,” ucapnya.
Karena itu, pemerintah memperkuat ekosistem kewirausahaan. Yakni melalui inkubasi, pendampingan, legalisasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, teknologi, hingga akses pasar.
Kementerian UMKM menargetkan program tersebut dapat memperkuat kapasitas sekitar 500 UMKM hasil inkubasi di Sumatra Utara. Pelaku usaha nantinya dipertemukan dengan lembaga pembiayaan, calon pembeli, mitra usaha, penyedia teknologi, serta jejaring pemasaran.
Maman mengatakan, keberhasilan program pemberdayaan UMKM tidak hanya dilihat dari jumlah peserta maupun produk yang ditampilkan. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah adanya pembiayaan, transaksi, hingga peningkatan skala usaha.
Sementara, Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution menyebut terdapat sekitar 1,4 juta UMKM di Sumatra Utara dengan rasio kewirausahaan 4,1 persen. Sektor tersebut menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja.
Namun, sekitar 99,55 persen UMKM di Sumatra Utara masih berada dalam kategori usaha mikro. Pemerintah Daerah menilai kondisi tersebut menjadi tantangan untuk mendorong usaha mikro berkembang.
“Penguatan pembukuan dan penyusunan studi kelayakan usaha menjadi bagian penting. Sehingga nantinya UMKM semakin siap mengakses pembiayaan maupun investasi,” ujar Bobby.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....