Kemendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
- 21 Agt 2026 13:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen menyalurkan bantuan untuk murid dan guru terdampak gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,8 di Kabupaten Manggarai, NTT pada 20 Agustus 2026.
- Sebelumnya pada 19 Agustus 2026, gempa berkekuatan magnitudo 5,7 juga mengguncang wilayah Flores dan tim Kemendikdasmen sudah tiba di lokasi.
- Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang diwakili oleh Kasman hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada sektor pendidikan di daerah terdampak.
RRI.CO.ID, Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan bagi murid dan guru terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberikan menyusul gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,8 yang mengguncang Kabupaten Manggarai, Kamis, 20 Agustus 2026.
Sehari sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 5,7 juga dirasakan masyarakat di wilayah Flores. “Semoga kami selamat dan tidak terjadi tsunami,” ucap salah satu warga, dikutip Kasman, Tim Direktorat Sekolah Dasar yang mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan telah tiba di lokasi, Rabu, 19 Agustus 2026.
Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen memberikan bantuan kepada murid yang mengungsi di SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng. Bantuan tersebut berupa goodie bag makanan untuk 29 anak PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP.
Selain makanan, bantuan berupa school kit diserahkan secara simbolis kepada perwakilan murid. Kemendikdasmen juga memberikan family kit kepada guru yang berada di lokasi pengungsian.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, dukungan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menunjang keberlangsungan pembelajaran.
“Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan dukungan. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini bentuk kepedulian dan komitmen untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga terdampak bencana,” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Jumat, 20 Agustus 2026..
Kemendikdasmen juga memberikan santunan kepada guru dan murid yang terdampak reruntuhan bangunan akibat gempa di Kabupaten Manggarai. Salah satu guru SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, menerima santunan Rp2 juta dan family kit.
Seorang murid kelas V SDK Ri’i yang terdampak reruntuhan bangunan sekolah menerima santunan Rp1 juta dan school kit. Sementara keluarga Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i yang meninggal dunia, menerima santunan Rp5 juta dan bantuan sembako.
Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng, Sr. Flaviana Dia, MC, menyambut positif bantuan tersebut. Ia menilai kehadiran pemerintah memberikan dukungan bagi guru, murid, dan masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.
Tim Kemendikdasmen memastikan bantuan disalurkan langsung kepada warga terdampak di sejumlah lokasi. Dukungan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga semangat belajar anak-anak di tengah kondisi pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....