Menko Polkam Ajak Perwira Siswa SeskoAD Jadi Pemimpin Adil dan Teladan
- 20 Agt 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Polkam Djamari Chaniago mengajak Pasis SeskoAD menjadi pemimpin berintegritas, teladan, dan adil kepada rakyat.
- Nilai kepemimpinan diperkuat melalui Gurindam Dua Belas Pasal 12 karya Raja Ali Haji.
- Pasis juga diminta menguasai literasi digital, keamanan siber, verifikasi informasi, serta kemampuan mengenali hoaks.
RRI.CO.ID, Bandung – Menko Polkam Djamari Chaniago mengajak Perwira Siswa SeskoAD mempersiapkan diri menjadi pemimpin berintegritas dan adil. Pesan kepemimpinan tersebut disampaikan melalui nilai-nilai Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.
Pembekalan diberikan kepada Pasis Dikreg LXVIII SeskoAD Tahun Anggaran 2026 di Bandung, Kamis, 20 Agustus 2026. Djamari menekankan pemimpin masa depan harus mampu membaca perubahan lingkungan strategis sebelum berkembang menjadi krisis.
“Pemimpin masa depan harus bergerak dari reaktif menjadi antisipatif dan mampu membaca indikator awal. Mereka harus menyiapkan beberapa alternatif tindakan sebelum ancaman berkembang menjadi krisis,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi tidak berarti meninggalkan ketegasan maupun prinsip dalam menjalankan tugas. Perwira tetap harus menjaga disiplin, kesatuan komando, tujuan strategis, dan kepentingan nasional.
Djamari juga menempatkan pendidikan sebagai investasi penting dalam pembangunan postur TNI karena manusia menjadi faktor utama organisasi. Karena itu, tenaga pendidik harus memiliki kompetensi dan pengalaman untuk membentuk generasi pemimpin TNI masa depan.
Selain kompetensi, ia menekankan integritas dan disiplin sebagai fondasi yang harus dimiliki setiap perwira. Jabatan, menurutnya, tidak boleh diperoleh melalui pembayaran, kolusi, maupun praktik jual beli jabatan.
“Saudara adalah calon pemimpin TNI sekaligus bagian dari kepemimpinan nasional masa depan. Integritas, moralitas, kapabilitas, dan kejujuran harus menjadi fondasi kepemimpinan Saudara,” katanya.
Ia mengingatkan keteladanan seorang pemimpin harus dimulai dari sikap dan perilakunya sendiri. Disiplin serta kepatuhan komandan akan memengaruhi kualitas prajurit dan satuan yang dipimpinnya.
Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui pembacaan Gurindam Dua Belas Pasal 12 karya Raja Ali Haji. Gurindam itu memuat nilai kepemimpinan, keadilan, musyawarah, penghormatan terhadap ilmu, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh ‘inayat,” ucap Djamari membacakan salah satu bait Gurindam Dua Belas. Ia mengajak Pasis mengutamakan kebenaran, keadilan, dan kepentingan rakyat ketika menjalankan amanah kepemimpinan.
Djamari juga mengingatkan perubahan karakter ancaman membuat ruang digital menjadi bagian penting medan tugas perwira. Ia mengibaratkan “Padang Kurusetra” pada era sekarang telah bergeser hingga memasuki medan digital.
Para perwira, menurutnya, perlu menguasai literasi digital, keamanan siber, serta kemampuan memverifikasi informasi. Kemampuan mengenali hoaks dan konten manipulatif juga diperlukan untuk menjaga ketahanan informasi nasional.
Komandan SeskoAD Mayjen TNI Agustinus Purboyo mengapresiasi pembekalan yang diberikan Menko Polkam kepada para Pasis. Menurutnya, pengalaman penugasan Djamari dapat menjadi bekal bagi calon pemimpin TNI masa depan.
“Beliau memiliki pengalaman pada berbagai tingkatan dan integritas tinggi, yakni keselarasan antara kata dan perbuatan. Keteladanan tersebut sangat dibutuhkan para Perwira Siswa sebagai bekal kepemimpinan,” ujarnya.
Sejumlah pejabat Kemenko Polkam turut mendampingi Menko Polkam dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur deputi, staf khusus, koordinator staf pribadi, serta Biro Humas dan Data Informasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....