Hari Ketiga Pascagempa, Tim SAR Maksimalkan Evakuasi di Manggarai Timur

  • 17 Agt 2026 18:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Basarnas terus meaksimalkan operasi pencarian dan pertolongan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur
  • Pada hari ketiga Operasi SAR, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak

RRI.CO.ID, Jakarta — Operasi pencarian dan pertolongan bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dimaksimalkan. Demikian dikatakan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Senin 17 Agustus 2026.

“Personel dan sarana yang ada terus kami kerahkan untuk membantu warga terdampak,” ujarnya. “Khususnya di wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah.”

Menurut hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, tercatat 187 orang menjadi korban di Kabupaten Manggarai Timur. Mereka terdiri dari 55 orang meninggal dunia dan 132 luka-luka.

“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan dan pelayanan SAR,” katanya. “Operasi ini tidak hanya fokus pada pencarian dan evakuasi, tetapi juga memastikan kesiapsiagaan personel tetap terjaga selama 24 jam.”

Saat meninjau posko pengungsian, Syafii mengimbau warga agar tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh. Menurut dia, ini karena gempa susulan masih berpotensi untuk terjadi.

“Jangan memasuki bangunan yang kondisinya belum dipastikan aman,” ujarnya. “Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami.”

Syafii juga mengajak warga untuk saling membantu dan menguatkan dalam menghadapi situasi pascagempa. Menurut dia, penanganan bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

“Dalam kondisi seperti ini, kebersamaan itu menjadi sangat penting,” ujarnya. “Pemerintah, TNI, Polri, petugas SAR, pemerintah daerah, dan masyarakat harus saling membantu agar penanganan dapat berjalan efektif.

Pada hari ketiga Operasi SAR, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 11 personel ditempatkan di Nagekeo, lima di Ende, dan 12 Manggarai Timur, dibantu 14 personel tim pusat.

Kemudian 21 personel di Sikka dan sembilan personel di Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat. Basarnas juga mengerahkan 17 personel di Manggarai, khususnya wilayah Reo.

Operasi tersebut juga didukung tujuh personel kru helikopter HR 3604.Secara keseluruhan, penanganan gempa melibatkan 711 personel dari berbagai unsur.

Selain Basarnas juga ada TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kemudian Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Perhubungan, PT Pelindo, PT Pelni, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kami akan terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, dan pemantauan di wilayah terdampak," kata Syafii. "Seluruh personel dan sarana pendukung akan terus kami optimalkan sesuai kebutuhan di lapangan."

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....