Hadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, Wapres Kenakan Busana Adat NTT

  • 17 Agt 2026 10:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan istri Selvi menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin 17 Agustus 2026.
  • Wapres dan keluarganya, termasuk kedua putra-putrinya, mengenakan busana adat dengan dominasi warna yang senada.
  • Wapres Gibran memilih mengenakan pakaian adat Rote yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, menunjukkan apresiasi terhadap keragaman budaya Indonesia.

‎RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dan Ibu Selvi Gibran Rakabuming menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi. Wapres dan keluarga hadir di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Didampingi kedua putra-putrinya, Wapres dan Ibu Selvi nampak mengenakan busana adat yang berbeda, namun dengan dominasi warna senada. ‎Wapres mengenakan pakaian adat Rote, dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kain Lafa yang dililitkan di pinggang dan diselempangkan di bahu Wapres berhiaskan motif Hua Peni yang menggambarkan keluhuran dan keteraturan adat. Garis tegas merah marun yang mendominasi corak kain merepresentasikan keberanian, semangat hidup, serta penghargaan kepada para leluhur.

‎Jas hitam yang dikenakan Wapres juga dipadukan dengan Topi Ti'i Langga. Topi itu berbahan daun lontar kering yang merupakan simbol keperkasaan, kehormatan, serta jiwa kepemimpinan.

Kelengkapan busana adat yang serupa juga dikenakan oleh Jan Ethes Srinarendra dan adiknya, La Lembah Manah. ‎Sementara itu, Ibu Selvi memasuki lokasi upacara mengenakan pakaian adat Ta'a Dayak Kenyah, dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dengan motif kalong aga, busana istri Wapres merepresentasikan kesederhanaan dalam jiwa yang berwibawa, kuat, percaya diri. Selain itu memiliki keterikatan dengan alam dan leluhur.

‎Senada dengan Wapres, busana Ibu Selvi didominasi warna merah, yang dalam tradisi Dayak Kenyah. Busana ini mencerminkan semangat, keberanian menghadapi kehidupan, kekuatan batin, dan keteguhan untuk tidak mudah menyerah.

‎Kedua busana adat yang dikenakan Wapres dan Ibu Selvi mencerminkam semangat keberagaman dalam mewujudkan "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Hal ini sebagaimana tema yang diusung dalam Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Sebagai informasi Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Upacara tersebut menjadi tahun kedua bagi Presiden Prabowo memimpin peringatan HUT RI di Istana Merdeka.

Berdasarkan pantauan RRI.CO.ID di Istana Merdeka, rangkaian upacara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Presiden Prabowo tampak mengenakan beskap, peci, dan kalung melati.

Wapres turut hadir bersama pimpinan lembaga negara dan jajaran Kabinet Merah Putih. Hadir pula Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, serta pimpinan Mahkamah Konstitusi.

Sejumlah mantan pejabat negara juga hadir dalam upacara tersebut. Di antaranya Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden RI ke-13 Ma'ruf Amin, serta keluarga mantan pejabat negara.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga hadir. Kepala Staf TNI AD, TNI AL, dan TNI AU turut mengikuti upacara bersama ribuan tamu undangan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah menambah kapasitas tamu undangan untuk mengikuti rangkaian upacara HUT Ke-81 RI. Penambahan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat.

"Tahun ini kurang lebih total 8.100 kursi yang kami siapkan, tapi kemarin kami beri tambahan dua blok. Jadi ada tambahan 1.700 untuk di pagi hari dan 1.700 untuk di acara sore hari penurunan bendera," kata Prasetyo.

Pemerintah juga menyiapkan fasilitas bagi masyarakat yang belum mendapatkan undangan untuk menyaksikan rangkaian upacara. Tenda dan layar lebar disediakan di Jalan Merdeka Utara agar masyarakat dapat mengikuti prosesi dari luar kawasan Istana.

Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan menghadiri upacara secara langsung. Ia mengatakan antusiasme masyarakat untuk mengikuti peringatan HUT RI di Istana sangat tinggi.

"Terus terang memohon maaf karena keterbatasan. Kami monitor banyak sekali juga yang antusias mendaftar, belum pernah juga," ucapnya.

"Tahun lalu juga belum beruntung mendapatkan tiket. Tahun ini juga belum beruntung lagi," ujar Prasetyo melanjutkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....