Pemerintah Pastikan Bantuan Logistik Merata untuk Masyarakat Terdampak Gempa

  • 16 Agt 2026 22:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan distribusi bantuan warga terdampak gempa NTT merata
  • Pemerintah memastikan bantuan telah didistribusikan ke wilayah yang sulit dijangkau
  • Pemerintah akan membangun rumah sakit lapangan

RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah memastikan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tersalurkan secara cepat. Pemerintah juga memastikan penyaluran bantuan secara merata hingga ke wilayah yang mengalami dampak berat dan sulit dijangkau.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan tim berhasil membawa logistik ke lokasi yang sulit dijangkau. Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kecamatan Reok.

“Kabupaten Manggarai ini adalah kabupaten yang terberat pascagempanya, yang kita hadir ke sini. Ada lagi satu kecamatan Reok, itu informasinya juga yang lebih berat tapi kita sudah berhasil masuk ke sana logistik di bawah Pangdam, itu sudah bisa masuk ke Reok,” kata Suharyanto dalam keterangannya usai meninjau RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, seperti dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Agustus 2026.

Suharyanto mengatakan pemerintah memperkuat konektivitas untuk mendukung penyaluran bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak. Ia mencontohkan dukungan tersebut seperti pengerahan empat helikopter TNI dan dua pesawat BNPB yang ditempatkan di Labuan Bajo.

“Kemudian jalan-jalan, informasi dari Menteri PU sudah temu semua. Tidak ada lagi yang tertutup longsor sehingga tidak bisa jalan,” ujarnya.

Pemerintah juga mendorong penyaluran bantuan melalui jalur laut sehingga kebutuhan masyarakat di Sikka, Nagekeo, dan Ende terpenuhi. Pemerintah juga membangun posko pendampingan nasional untuk menghimpun kebutuhan sekaligus mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Untuk posko-posko bantuan, ini sudah terbentuk. Posko nasionalnya ada di Halim. Di sana menghimpun semua kebutuhan logistik yang diperlukan,” katanya.

Adapun posko bantuan dibangun di Labuan Bajo untuk melayani wilayah Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, untuk melayani wilayah Sikka, Ende, dan Nagekeo, telah dibangun posko di Maumere.

“Kemudian untuk yang Sikka, Nagekeo, dan Ende, ini barang langsung masuk ke Pelabuhan Maumere, pakai bandara, pesawat besar. Di sana juga ada dua heli untuk menjangkau apabila ternyata ada titik-titik yang belum bisa terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pemerintah mempersiapkan rumah sakit lapangan. Upaya tersebut untuk mempercepat pelayanan kesehatan untuk warga terdampak gempa.

“Layanan kesehatan harus disiapkan segera, oleh karena itu, rumah sakit lapangan dalam proses untuk disiapkan. Selain tentu saja adalah renovasi rumah sakit yang ada,” kata Menko Pratikno.

Menko Pratikno mengatakan pemerintah akan terus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Baik selama menjalani perawatan maupun saat berada di pengungsian.

“Selain itu, tentu saja kebutuhan dasar masyarakat. Selain kesehatan, kebutuhan-kebutuhan untuk selama di rumah sakit sementara ini, dan juga di pengungsian,” ujarnya.

Menko Pratikno menyebut penyaluran bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak telah berjalan. Di antaranya, sebanyak 50 ribu paket sembako bantuan Presiden telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo.

“Di daerah itu juga Pak Presiden memberikan tambahan bantuan 50 ribu paket sembako. Beliau perintahkan kepada kita untuk berbagi tugas ke beberapa daerah,” ujar Menteri Pratikno menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....