Tiga Siswa Madrasah Tembus Paskibraka Pusat 2026, Ini Profilnya
- 16 Agt 2026 13:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiga siswa madrasah dari Riau, Banten, dan Sumatra Selatan terpilih sebagai anggota Paskibraka tingkat pusat 2026 untuk peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
- Rizqy Aditya Siregar dari MAN Insan Cendekia Siak, Riau, menjadi siswa pertama dari madrasahnya yang berhasil masuk dalam Paskibraka pusat.
- Ketiga siswa madrasah ini akan membawa nama daerah dan institusi pendidikan mereka dalam upacara bendera di Istana Merdeka.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tiga siswa madrasah dari Riau, Banten, dan Sumatra Selatan terpilih sebagai anggota Paskibraka tingkat pusat 2026. Mereka akan membawa nama daerah dan madrasah dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
Salah satunya Rizqy Aditya Siregar dari MAN Insan Cendekia Siak, Riau. Ia mencatat sejarah sebagai siswa pertama madrasah tersebut yang berhasil menembus Paskibraka tingkat pusat.
Perjalanan Rizqy dimulai dari seleksi Paskibraka Provinsi Riau pada 16–21 Mei 2026 di Pekanbaru. Seleksi meliputi kesehatan, kesamaptaan jasmani, wawasan kebangsaan, psikologi, baris-berbaris, kepribadian, kepemimpinan, dan kedisiplinan.
Rizqy berhasil masuk tiga putra terbaik Riau dan melanjutkan proses verifikasi di tingkat pusat. Keberhasilannya menjadi capaian tersendiri bagi MAN IC Siak karena baru pertama kali mengantarkan siswa ke tingkat pusat.
Dari Banten, ada Adzra Khairy Fadian, siswi kelas XI MAN 1 Kota Serang. Adzra dipercaya mewakili Banten setelah melewati rangkaian seleksi Paskibraka secara berjenjang hingga tingkat nasional.
Ketertarikan terhadap baris-berbaris dan kedisiplinan menjadi salah satu alasan Adzra mengikuti seleksi. Proses tersebut menjadi ruang baginya mengasah kesiapan fisik, mental, dan wawasan kebangsaan.
Sementara itu, Sumatra Selatan diwakili Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau. Khalyana lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat pusat 2026 setelah mengikuti proses seleksi secara berjenjang.
Khalyana dikenal aktif dalam berbagai kegiatan di madrasah. Selain mengikuti ekstrakurikuler Paskibra, ia terlibat dalam Tim Jurnalistik Laskar Madrasah dan Improv Art Community.
Pengalaman di Paskibra menjadi ruang bagi Khalyana membangun kedisiplinan dan kesiapan mengikuti seleksi. Aktivitasnya di bidang jurnalistik dan seni juga melengkapi pengalaman pengembangan dirinya di madrasah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi keberhasilan ketiga siswa madrasah tersebut. Menurutnya, capaian itu menjadi kebanggaan Kementerian Agama sekaligus membuktikan potensi siswa madrasah.
“Anak-anak madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki disiplin dan fisik tangguh. Mereka juga memiliki nasionalisme tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Menag dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Agustus 2026.
Menag berpesan agar ketiganya tetap rendah hati dan menjadikan tugas tersebut sebagai proses menempa karakter kepemimpinan. Menurutnya, mengibarkan Merah Putih di Istana Merdeka bukan sekadar prosesi, tetapi simbol dedikasi menjaga keutuhan NKRI.
Ia berharap nilai integritas dan semangat moderasi beragama yang diperoleh di madrasah dapat menjadi bekal. Nilai tersebut diharapkan menjadikan mereka teladan bagi generasi muda Indonesia.
“Saya berpesan agar momen bersejarah ini dijadikan pendorong semangat untuk terus belajar dan berinovasi. Jangan melupakan akar nilai-nilai keagamaan,” ujar Nasaruddin.
Menag optimistis generasi muda madrasah dapat mengambil peran dalam pembangunan Indonesia. Mereka diharapkan menjadi pilar bangsa menuju masa depan yang maju, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....