Presiden Prabowo Instruksikan Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT
- 15 Agt 2026 18:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memastikan penanganan cepat pasca gempa NTT
- Presiden Prabowo Subianto menugaskan sejumlah menteri tangani bencana gempa
- Pemerintah kirim 50.000 paket sembako Banpres untuk warga terdampak gempa
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan jajaran pemerintah untuk penanganan masyarakat yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Negara juga telah memerintahkan jajarannya untuk memastikan masyarakat yang terdampak telah mendapatkan bantuan.
"Sejak pagi tadi, pemerintah terus bergerak cepat menangani saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Flores NTT. Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak bantuan yang dibutuhkan," kata Teddy dikutip dalam media sosial Sekretariat Kabinet, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Seskab Teddy mengatakan pemerintah mengirimkan 50.000 paket sembako dalam bentuk bantuan presiden (Banpres). Teddy memastikan puluhan ribu paket sembako sedang dikirim ke NTT.
"Pemerintah akan terus hadir. Pemerintah memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan tepat," katanya.
Presiden Prabowo, kata Seskab Teddy, telah menunggaskan sejumlah menteri dan pejabat pusat ke Labuan Bajo dan Maumere. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
"Presiden Prabowo juga telah menugaskan beberapa pejabat pusat untuk langsung ke Labuan Bajo dan Maumere hari ini. Yakni, Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial, Kepala BNPB dan Kepala Basarnas; tim PLN, Telkom, Pertamina dan Bulog," ujarnya menerangkan.

Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan pesawat Hercules dan KRI untuk mempercepat distribusi serta mobilisasi personel dan logistik. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.
“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, dan instansi terkait lainnya agar penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas dalam keterangan tertulis, Bakom RI, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Saat ini prajurit yang dikerahkan untuk untuk mengevakuasi dan menangani masyarakat terdampak berasal dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, dan Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere. Berdasarkan data BNPB, jumlah warga meninggal dunia akibat gempa tercatat sebanyak 14 orang, dua orang luka berat dan 11 luka ringan.
BNPB juga mencatat kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. Data tersebut hingga pukul 12.30WIB.
Adapun sebaran korban meninggal dunia, di Kabupaten Manggarai (6 orang), Kabupaten Manggarai Timur (5 orang), dan Kabupaten Sikka (3 orang). Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga (KK) terdampak dan sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri.
Sementara dari aspek kerusakan, tercatat 54 unit rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.
Wilayah yang paling terdampak bencana secara signifikan yaitu Kabupaten Manggarai, disusul Kabupaten Manggarai Timur. Seluruh data korban akan terus diperbaharui.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....