Polri Perkuat Penanganan Gempa Flores, Evakuasi-Keselamatan Warga Jadi Prioritas
- 15 Agt 2026 16:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Polri menyiapkan satu SSK SAR Brimob bersama enam personel kesehatan dan dokter.
- Tim DVI dan K9 disiapkan untuk identifikasi serta pencarian korban di bangunan runtuh.
- Logistik awal meliputi 10 tenda, 10 WiFi portabel, dan 240 dus makanan cepat saji.
RRI.CO.ID, Jakarta – Polri memperkuat penanganan gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Keselamatan masyarakat dan proses evakuasi menjadi prioritas dalam penanganan darurat tersebut.
Mabes Polri bersama Polda NTT terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Jajaran kepolisian juga telah diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri turut berempati terhadap masyarakat terdampak. Dukungan difokuskan untuk mempercepat penyelamatan, evakuasi, dan pertolongan.
“Polri hadir dan terus memberikan dukungan dalam proses penanganan, khususnya penyelamatan dan evakuasi masyarakat. Mabes Polri dan Polda NTT terus berkoordinasi,” ujar Johnny dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kapolda NTT telah memerintahkan seluruh Kapolres wilayah terdampak turun bersama unsur terkait. Mereka melakukan evakuasi sekaligus memberikan pertolongan kepada masyarakat.
Pendataan korban dan kerusakan juga masih dilakukan secara bertahap. Gangguan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah Flores menjadi kendala pengumpulan informasi.
“Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Data korban dan kerusakan masih terus dihimpun serta diverifikasi,” katanya.
Kapolda NTT bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga merencanakan peninjauan langsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memverifikasi kondisi masyarakat dan perkembangan penanganan.
Polda NTT juga memerintahkan pembentukan posko bantuan di lokasi aman. Posko tersebut akan memberikan pelayanan, pertolongan, dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
SAR Brimob Diberangkatkan
Mabes Polri menyiapkan pasukan Search and Rescue (SAR) Brimob untuk memperkuat penanganan. Dukungan serupa dari Polda NTB dan Polda Bali juga telah dipersiapkan.
Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) SAR Brimob dijadwalkan berangkat Sabtu malam. Personel berasal dari Pasukan Pelopor dengan membawa berbagai peralatan pencarian dan pertolongan.
Enam personel kesehatan dan dokter turut diberangkatkan bersama pasukan tersebut. Mereka dipersiapkan memberikan pelayanan kesehatan kepada korban dan masyarakat terdampak.
Polri juga menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu identifikasi korban. Tim K9 disiapkan untuk membantu pencarian korban pada bangunan yang mengalami keruntuhan.
“Seluruh kekuatan kita siapkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Termasuk SAR Brimob, kesehatan, DVI, K9, dan dukungan Polda terdekat,” ujarnya.
Kapal tipe A terdekat juga disiapkan untuk mendukung mobilisasi bantuan. Sarana transportasi udara dan laut akan digunakan sesuai kondisi serta kebutuhan lapangan.
Bantuan Logistik Disiapkan
Polri turut menyiapkan bantuan logistik tahap pertama bagi masyarakat terdampak. Bantuan meliputi 10 set tenda pleton dan 10 unit WiFi portabel.
Sebanyak 240 dus makanan cepat saji juga disiapkan untuk kebutuhan masyarakat. Seluruh bantuan direncanakan diterbangkan menggunakan pesawat CN-295 Polri dari Pondok Cabe.
Bantuan sosial dari Kapolri juga dipersiapkan untuk masyarakat terdampak. Distribusinya akan menyesuaikan pemetaan kebutuhan dan akses menuju wilayah bencana.
Polda NTB, Polda Bali, dan Polda Jawa Timur turut disiagakan. Kekuatan tersebut dapat dikerahkan untuk pencarian, pertolongan, maupun evakuasi.
Mabes Polri juga menyiapkan posko tingkat pusat untuk memantau perkembangan penanganan. Dukungan pusat akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan.
Polri berkoordinasi bersama TNI, pemerintah daerah, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sinergi dilakukan untuk mempercepat respons terhadap kondisi darurat.
Warga Diminta Hindari Informasi Tidak Terverifikasi
Polri meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Imbauan terutama berkaitan dengan korban, kerusakan, tsunami, maupun kemungkinan gempa susulan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi resmi sangat penting agar tidak menimbulkan kepanikan,” katanya.
Menurutnya, informasi keliru dapat mengganggu proses evakuasi dan penanganan bencana. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan melalui sumber resmi pemerintah dan lembaga terkait.
Polri memastikan dukungan penanganan gempa Flores terus dilakukan mengikuti perkembangan situasi. Pengerahan personel dan logistik akan diperkuat berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Seluruh kekuatan akan terus dioptimalkan membantu evakuasi, pencarian korban, dan penanganan masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....