Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Dua Warga Meninggal Dunia

  • 15 Agt 2026 09:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa tersebut dikabarkan mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan gempa berpusat di laut dengan kedalaman 15 kilometer. Atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

“BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat. Serta dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi,” ujar Berton, lewat keterangannya.

Berdasarkan laporan pendahuluan Kodim Sikka, gempa berdampak di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri masih melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian.

BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka juga terus berkoordinasi untuk penanganan korban dan memastikan kondisi masyarakat di wilayah terdampak. Di Kabupaten Nagekeo, gempa dirasakan sangat kuat selama sekitar satu menit.

Sebagian besar masyarakat berhamburan keluar rumah setelah merasakan guncangan. “BPBD Kabupaten Nagekeo berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang berada di wilayah pesisir, menyusul adanya peringatan dini tsunami,” ujar Berton.

Guncangan kuat juga dirasakan di Kabupaten Sikka dan Manggarai Barat. BPBD di kedua wilayah tersebut mengarahkan masyarakat di kawasan pesisir untuk melakukan evakuasi.

Gempa turut dirasakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Antara lain Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros.

Pascagempa utama, tercatat sejumlah gempa susulan, yakni Magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB, Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28 WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37 WIB. BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan bangunan maupun dampak lainnya.

“Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami,” kata Berton.

Berton mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan resmi pemerintah daerah serta informasi peringatan dini dari BMKG. BNPB bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan pemantauan, evakuasi dan penanganan korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....