Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri

  • 14 Agt 2026 04:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polri membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi di 30 Polda.
  • Sebanyak 874 jembatan telah selesai dengan total panjang mencapai 19,2 kilometer.
  • Program tersebut memperkuat konektivitas sekaligus mendukung ekonomi, pendidikan, dan pemulihan wilayah terdampak bencana.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan Jembatan Merah Putih Presisi memperkuat konektivitas masyarakat. Program tersebut juga menjadi wujud sinergi TNI-Polri dalam mendukung pembangunan nasional.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personel TNI dan Polri,” ujarnya saat peresmian jembatan Merah Putih, Kamis, 13 Agustus 2026.

Sigit mengatakan Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya di 30 Polda. Sebanyak 874 jembatan telah selesai, sedangkan 17 unit masih dalam tahap pembangunan.

"Empat jembatan lainnya masih berada dalam tahap perencanaan untuk melengkapi program tersebut. Pembangunan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.

Sigit mengatakan Presiden meminta TNI-Polri terus hadir di tengah masyarakat dan memahami berbagai persoalan. Arahan tersebut menjadi landasan pengabdian personel dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang mencapai 19,2 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 1.314 desa di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya.

Keberadaan jembatan diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses antardesa. Pembangunan juga diarahkan untuk memperlancar kegiatan ekonomi, pendidikan, dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Manfaatnya melalui kelancaran distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan akses pelajar menuju sekolah,” katanya.

Menurut Sigit, konektivitas yang lebih baik juga dapat mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru. Dampak tersebut diharapkan semakin memperkuat aktivitas masyarakat di kawasan perdesaan.

Banten menjadi wilayah dengan pembangunan dan revitalisasi terbanyak, mencapai 145 jembatan. Selanjutnya, Polda Jawa Barat tercatat membangun dan merevitalisasi sebanyak 137 jembatan.

Polda Riau telah mengerjakan sebanyak 110 jembatan dalam program tersebut. Sementara, Polda Jawa Tengah mencatat 86 jembatan dan Sumatera Selatan sebanyak 81 jembatan.

Polri juga membangun 39 jembatan untuk membantu pemulihan akses masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Pembangunan tersebut mencakup enam Jembatan Bailey di Aceh dan Sumatera Barat.

Empat Jembatan Bailey dibangun di Aceh, sedangkan dua lainnya berada di Sumatera Barat. Infrastruktur tersebut membantu membuka kembali akses masyarakat setelah terdampak bencana.

Menurut Sigit, pembangunan jembatan tidak hanya menyangkut penyediaan infrastruktur fisik bagi masyarakat. Program tersebut juga memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat melalui pelayanan yang langsung dirasakan.

Sigit menegaskan Polri akan terus mendukung kebijakan pembangunan yang memberikan manfaat langsung. Komitmen tersebut juga dijalankan dengan memperkuat kolaborasi bersama TNI dan berbagai unsur pemerintah.

“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Kami akan memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” ucapnya.

Sigit berharap sinergi TNI-Polri terus diperkuat untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Kehadiran kedua institusi diharapkan semakin mendukung pemerataan pembangunan dan konektivitas di berbagai wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....