Muhammadiyah Ingin Pers Tampilkan Kebenaran Demi Kepentingan Bangsa

  • 13 Agt 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menginginkan pers menampilkan dan kebaikan demi kebaikan bangsa
  • Sebab, media massa adalah dunia yang riil sebagai informasi, masukan dan kritik

RRI.CO.ID, Tangerang - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menginginkan pers menampilkan dan kebaikan demi kebaikan bangsa. Sebab, media massa adalah dunia yang riil sebagai informasi, masukan dan kritik.

Pernyataan ini dilayangkan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Dalam acara Peringatan Hari Pers dan literasi Muhammadiyah 2026 serta orasi kebangsaan, Kamis 13 Agustus 2026.

"Tentu, ya tetap karena kita ini pers, rakyat Indonesia menjunjung tinggi etika luhur, ya aspek etika juga tetap kita pakai. Tetapi semangat kita adalah semangat untuk menampilkan kebenaran, kebaikan, dan hal-hal yang penting untuk kepentingan bangsa dan negara," ujar Haedar.

Menurut Haedar, dunia wartawan, dunia pers adalah dunia yang riil. Karena menampilkan berbagai informasi yang berimbang, yang bisa diterima masyarakat, yang benar, yang baik, dan memberi arah pada kehidupan bersama.

"Dan itu harus terus kita jaga bersama, sesulit apa pun. Tentu memang ketika pers menjadi industri dan juga beririsan dengan politik, tidak selalu mudah, seperti kita harus mengayuh di antara banyak karang," kata dia.

Kendati demikian, sambung Haedar, dirinya yakin dengan kecerdasan, dengan kepiawaian di dunia pers untuk tetap menyajikan informasi yang terbaik bagi masyarakat, bagi publik. "Sesulit apa pun kita akan bisa untuk menampilkan kebenaran," ucapnya.

Haedar juga yakin, eksekutif, legislatif, yudikatif, lembaga-lembaga auxiliary, TNI/Polri dan institusi lain di Indonesia bahkan di dunia internasional. Selalu memerlukan informasi, masukan, kritik dari media massa.

"Karena hidupnya sebuah bangsa dan negara itu juga dari kritik, dari masukan, dari informasi yang beragam. Dari istilah kita berimbang tadi dan di situlah saya yakin justru bangsa akan menjadi lebih maju," ujarnya.

"Tinggal kesadaran elite kita untuk mau terbuka, mau peduli, mau berbagi. Itu harus terus menjadi ekosistem kita di dunia pers," kata Haedar.

Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan menyatakan bila yang disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah sudah lincah. "Menurut saya, tadi yang disampaikan Pak Haedar sudah lincah, tapi untuk di media sosial justru disinformasi, fitnah, kebencian," kata Zulkifli.

Padahal, kata Zulkifli, dari kecil diajari soal right or wrong (benar atau salah), ini tidak boleh, fitnah dosa besar, diajari salah-benar. "Tapi kalau saya lihat sekarang itu, di luar sana itu win or lose (menang atau kalah, Red) dan tidak berpihak, semua urusannya kepentingan-kepentingan politik, kepentingan bisnis, kepentingan kelompok," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....