Menko PMK Minta Dua Titik Api Bromo Segera Dipadamkan
- 12 Agt 2026 17:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko PMK Pratikno meminta dua titik api tersisa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru segera dipadamkan untuk menyelesaikan penanganan kebakaran.
- Jumlah titik api di kawasan TNBTS telah berkurang drastis dari 34 titik menjadi hanya dua titik, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengendalian kebakaran.
- Penanganan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus dilakukan oleh pemerintah dengan fokus pada penyelesaian titik api yang masih aktif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta pemadaman dua titik api tersisa di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) segera dituntaskan. Ia mengatakan jumlah titik api di kawasan tersebut telah berkurang signifikan dari sebelumnya 34 titik menjadi dua titik.
“Memang masih ada dua titik api yang harus segera dipadamkan. Sebelumnya sudah mencapai 34 titik, sekarang tinggal dua titik api,” kata Pratikno dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pratikno menegaskan pemerintah menargetkan pemadaman dua titik api Bromo dilakukan secepat mungkin sesuai arahan Presiden Prabowo. Pemerintah menyiapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk membasahi kawasan sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
“Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap kebakaran Bromo dan daerah lain, sehingga kita semua harus bekerja keras. BMKG dan BNPB terus mendeteksi potensi awan, sementara BNPB menyiapkan operasi modifikasi cuaca,” ujar Pratikno.
Pratikno meminta pemerintah daerah, TNI, dan Polri meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah dan kering. Ia mengapresiasi petugas gabungan, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang menangani karhutla Bromo.
“Para kepala daerah, TNI, dan Polri harus bergerak cepat memadamkan potensi kebakaran serta mencegah bencana sejak dini. Dukungan masyarakat dan sinergi semua pihak menjadi kunci agar bencana segera berlalu dan tidak terulang,” kata Pratikno.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....