Hanura Nilai Sistem Pemilu Kombinasi Perlu Dipertimbangkan

  • 11 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Batam - Partai Hanura menilai sistem Pemilu legislatif kombinasi terbuka dan tertutup perlu dipertimbangkan. Sistem tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas anggota DPR dan DPRD pada Pemilu 2029.

Ketua Tim Satuan Tugas atau Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan sistem proporsional terbuka memiliki sejumlah persoalan. Menurutnya, sistem tersebut berpotensi membuat kader yang aktif membesarkan partai tersingkir karena kalah modal.

"Pemilu itu seharusnya setiap masanya meningkatkan kualitas dari isi Pemilu itu sendiri. Ini penting," kata Rio di Batam, Kepulauan Riau, Senin, 10 Agustus 2026.

Rio menilai sistem proporsional terbuka selama ini membuat kontestasi Pemilu seperti pasar bebas. Kondisi tersebut dinilai dapat menguntungkan calon yang memiliki kekuatan finansial lebih besar.

Menurut Rio, kader yang aktif dalam partai bisa tersingkir karena keterbatasan modal. Sementara itu, calon yang tidak mengikuti proses berpartai dapat memperoleh kursi karena memiliki kekuatan finansial.

Karena itu, Rio menilai perlu ada peran partai politik dalam menentukan calon legislatif berkualitas. Namun, mekanisme tersebut tetap harus memberikan ruang bagi caleg berdasarkan perolehan suara.

Hanura kemudian menawarkan sistem kombinasi atau setengah terbuka. Dalam sistem tersebut, partai memiliki kewenangan menempatkan kader unggul pada nomor urut tertentu.

Sementara itu, perolehan suara tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan calon yang memperoleh kursi berikutnya. Mekanisme tersebut dinilai dapat memberikan penghargaan kepada partai sekaligus mempertahankan kompetisi antarcaleg.

"Kalau misalnya satu partai mendapatkan dua kursi, maka kursi pertama diserahkan kepada urutan nomor satu," jelas Rio. Kursi berikutnya, kata dia, ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak.

Rio mengatakan sistem tersebut juga dapat mendorong kader konsisten membangun partai. Dengan demikian, kader tidak sekadar berpindah partai karena memiliki modal politik dan finansial.

"Jangan kemudian dia bisa pindah-pindah antarpartai politik hanya dengan mengandalkan uang yang banyak," ucapnya. Menurut Rio, kondisi tersebut dapat membuat demokrasi Indonesia menjadi kurang sehat.

Rio menjelaskan sistem yang ditawarkan Hanura menyerupai proporsional tertutup dengan ruang bagi suara terbanyak. Jika partai memperoleh satu kursi, kursi diberikan kepada caleg nomor urut pertama.

Namun, apabila partai memperoleh dua kursi, kursi kedua dapat diberikan kepada caleg dengan suara terbanyak. Mekanisme tersebut tetap memungkinkan caleg lain mendapatkan kursi berdasarkan dukungan pemilih.

Hanura akan memperjuangkan gagasan tersebut bersama partai-partai nonparlemen. Usulan itu menjadi bagian dari sikap Hanura untuk mendorong perbaikan sistem Pemilu.

Selain sistem Pemilu, Hanura juga menyerahkan persoalan ambang batas parlemen kepada Mahkamah Konstitusi. Rio menyebut partainya tetap mendorong penguatan peran partai dalam penyusunan calon legislatif.

Rio menyambut positif wacana sistem Pemilu kombinasi yang berkembang di DPR. Hanura siap mendukung pembahasan gagasan tersebut dengan mempertimbangkan masukan berbagai pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....