Wamendikdasmen: Pendidikan Membuka Jalan bagi Anak untuk Bermimpi

  • 11 Agt 2026 20:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan bahwa pendidikan adalah jalan bagi setiap anak untuk meraih mimpi mereka.
  • Wakil Menteri Fajar Riza Ul Haq menyatakan bahwa pendidikan harus menumbuhkan imajinasi dan ambisi pada diri anak didik.
  • Imajinasi membuat anak berani membayangkan masa depan, sementara ambisi memberikan kekuatan untuk memperjuangkan mimpi tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan, pendidikan membuka jalan bagi setiap anak untuk meraih mimpi. Pesan itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq.

Fajar mengatakan, pendidikan harus menumbuhkan imajinasi dan ambisi. Imajinasi membuat anak berani membayangkan masa depan, sedangkan ambisi memberinya kekuatan untuk memperjuangkan mimpi.

“Pendidikan adalah jalan untuk meraih mimpi. Adik-adik harus memiliki imajinasi untuk membayangkan masa depan dan ambisi untuk mewujudkannya,” ujar Fajar dalam acara SCG Sharing the Dream 2026 di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Fajar, saat ini kesempatan bagi anak-anak Indonesia juga terus diperluas oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya dengan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan digitalisasi pembelajaran melalui Papan Interaktif Digital (PID).

Di bawah arahan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, kebijakan tersebut dijalankan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, layak, dan bermutu. Termasuk melalui penguatan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi anak-anak yang menghadapi kendala geografis maupun kondisi tertentu.

Dalam kesempatan itu, Fajar mengenang kunjungannya ke sekolah anak-anak Suku Bajo di Wakatobi beberapa waktu lalu. Sekolah tersebu berdiri di atas laut dan kini diperkuat melalui revitalisasi sekolah serta pembelajaran digital.

Baginya, hadir langsung ke wilayah kepulauan, pesisir, pedalaman, dan daerah 3T merupakan cara menunjukkan negara hadir ditengah masyarakat. Namun, Fajar menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat membangun pendidikan seorang diri.

“Kehadiran SCG melalui program beasiswa ini memperluas kesempatan yang terus dibuka pemerintah. Inilah wujud Partisipasi Semesta: negara bekerja dan dunia usaha ikut mengambil bagian dalam membangun masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Fajar.

SCG Sharing the Dream 2026 memberikan 412 beasiswa kepada 400 pelajar SMA dan sederajat serta 12 mahasiswa. Memasuki tahun ke-14, program yang dijalankan bersama Ancora Foundation tersebut telah mendukung lebih dari 5.200 penerima beasiswa.

Sejak 2024, SCG juga memberikan kuota khusus bagi anak pekerja bangunan dan anak penyandang disabilitas. Kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan.

Melalui tema “Green Active Generation: Empowered to Act, Driven to Change”, para penerima beasiswa mendapatka pembelajaran berbasis pengalaman. Hal ini untuk menjawab persoalan sosial serta lingkungan.

Salah satu contohnya adalah, WANOJA Green Academy yang digagas alumni program ini. Wanija telah memberdayakan lebih dari 60 anak muda melalui pengembangan keterampilan ekowisata di Ciwidey, Jawa Barat.

Fajar menilai pendekatan tersebut relevan dengan Pembelajaran Mendalam yang sedang digalakkan Kemendikdasmen. Peserta didik tidak berhenti pada menghafal, tetapi belajar memahami persoalan nyata, mengaplikasikan pengetahuan, bekerja bersama masyarakat, dan merefleksikan dampak tindakannya.

Menutup pesannya, Fajar mengingatkan bahwa kesempatan yang diterima melalui beasiswa membawa tanggung jawab untuk memberi kembali kepada masyarakat. “Sepuluh tahun mendatang, adik-adik harus hadir dan memberi kepada lingkungan sekitar," katanya.

"Tangan yang memberi lebih mulia daripada tangan yang menerima. Raih mimpimu, lalu kembalilah untuk memberi dan mengabdi untuk Ibu Pertiwi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....