Festival Golo Koe Perkuat Pariwisata Berkelanjutan Labuan Bajo
- 11 Agt 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Festival Golo Koe 2026 menjadi ruang perjumpaan antara iman, tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat Manggarai
- Festival tersebut dinilai turut mendukung pengembangan pariwisata Labuan Bajo yang berkelanjutan
- Saat membuka Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Widiyanti mengingat kembali pertanyaan yang disampaikan Keuskupan Ruteng lima tahun lalu
RRI.CO.ID, Kupang - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Festival Golo Koe 2026 menjadi ruang perjumpaan antara iman, tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakat Manggarai. Festival tersebut dinilai turut mendukung pengembangan pariwisata Labuan Bajo yang berkelanjutan.
"Golo Koe menghadirkan jawabannya melalui sebuah perayaan yang mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai. Dalam ruang yang terbuka bagi siapa saja," kata Widiyanti, Selasa, 11 Agustus 2026.
Saat membuka Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Widiyanti mengingat kembali pertanyaan yang disampaikan Keuskupan Ruteng lima tahun lalu. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan bagaimana Labuan Bajo dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi akar kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kekuatan Festival Golo Koe terletak pada kemampuannya menghadirkan Labuan Bajo secara lebih utuh kepada wisatawan. Pada saat yang sama, masyarakat tetap ditempatkan sebagai pelaku utama dalam memperkenalkan identitas daerah kepada dunia.
"Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh. Sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia," ujarnya.
Widiyanti mengatakan pengakuan Festival Golo Koe sebagai salah satu ajang unggulan nasional berjalan seiring dengan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. Pada penyelenggaraan 2025, Festival Golo Koe menarik lebih dari 45.000 wisatawan.
Kegiatan tersebut juga melibatkan 173 UMKM, 883 pekerja seni, dan 1.473 tenaga kerja, dengan perputaran ekonomi sekitar Rp2,82 miliar. "Inilah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal," ujarnya.
Widiyanti mengapresiasi Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan Festival Golo Koe. Ia berharap festival tersebut terus menjadi bagian dari perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....