Pengangguran Usia Muda Masih Tinggi
- 10 Agt 2026 02:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengangguran usia muda masih tinggi akibat terbatasnya lapangan kerja.
- Pertumbuhan lapangan kerja belum mampu mengimbangi jumlah lulusan baru, sementara kebutuhan industri terus berubah mengikuti teknologi digital.
- Perusahaan juga sering mensyaratkan pengalaman kerja sehingga lulusan baru semakin sulit memasuki pasar kerja formal dan kompetitif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Mirah Sumirat, mengungkapkan pengangguran usia muda masih tinggi akibat terbatasnya lapangan kerja. Pertumbuhan lapangan kerja belum mampu mengimbangi jumlah angkatan kerja baru yang terus tumbuh. .
Kondisi ini diperburuk dengan berkembangnya kebutuhan industri mengikuti teknologi digital yang mengurangi tenaga manusia. “Pertumbuhan lapangan kerja belum menjawab kebutuhan generasi muda yang baru masuk dunia kerja,” ujar Mirah kepada PRO3 RRI.
Ketidaksesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri membuat banyak lulusan suit memenuhi persyaratan pekerjaan. Menurut Mirah, perusahaan juga sering mensyaratkan pengalaman kerja sehingga lulusan baru semakin sulit.
“Kurikulum belum sesuai kebutuhan industri. Sedangkan perusahaan masih mensyaratkan pengalaman kerja,” tutur Mirah kepada RRI Programa-3, Minggu 9 Agustus 2026.
Asosiasi yang dipimpin Mirah Sumirat selama ini dikenal memperjuangkan isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh. Ia bekerjasama dengan Pemerintah maupun Pengusaha untuk membangn hubungan kerja yang harmonis.
Lebih lanjut Mirah memberi saran kepada pemerintah antara lain sebagai berikut: 1. mempercepat investasi padat karya. 2 membenahi regulasi pendidikan, pelatihan kerja. 3. Memberikan insentif kepada perusahaan yang melakukan perekrutan pekerja.
Sebaliknya kepada perusahaan, Mirah menyaranan agar perusahaan mengurangi persyaratan "pengalaman kerja" bagi lulusan baru. Hal ini untuk mengurangi beban lulusan baru dalam memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensi mereka.
“Pemerintah harus memperbanyak pelatihan kerja dan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri. Ini untuk menghadapi otomatisasi serta perkembangan AI,” paparnya.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia kembali menurun. Namun di balik angka tersebut tingkat pengangguran pada kelompok usia muda justru meningkat signifikan.
Pengangguran usia muda di Indonesia didominasi oleh kelompok usia 15–24 tahun. Tingkat pengangguran terbuka mencapai sekitar 16% hingga 17%, yang sebagian besar berasal dari lulusan SMA dan SMK.
Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, jumlah pengangguran terbuka dari lulusan perguruan tinggi tembus 1,03 juta. Lulusan perguruan tinggi ini meliputi strata D-IV, S1, S2, hingga S3.
Angka ini setara dengan 14,31 persen dari total 7,22 juta penganggur nasional. Data BPS menunjukan TPT pada bulan Mei 2026 sebesar 4,65% (7,22 juta orang) dari total penduduk Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....