Menko Polkam: LPM Harus Jadi Pendorong Program Pemerintah

  • 08 Agt 2026 10:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko Polkam meminta LPM menjadi pendorong bagi suksesnya berbagai program pemerintah.
  • LPM diminta memperbesar hasil program pemerintah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat
  • LPM menyatakan siap mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Polkam Djamari Chaniago meminta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) menjadi pendorong bagi suksesnya program-program pemerintah. Menurutnya, LPM harus mampu memperbesar hasil program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kemampuan tersebut dinilai turut menentukan eksistensi LPM di tengah masyarakat ke depan. Karena itu, setiap program pemerintah perlu dimanfaatkan LPM untuk menghasilkan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

“Kalau misalnya program pemerintah tidak dimanfaatkan oleh LPM dalam rangka memperbesar hasilnya, rakyat akan bertanya, ‘Apa itu LPM?’ Saya mengingatkan sekaligus menemukan tantangan. Silakan manfaatkan keadaan,” ujarnya saat membuka Rakernas LPM RI 2026, Jumat, 7 Agustus 2026.

Djamari juga mengajak seluruh jajaran LPM tidak pernah menyerah dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Setiap langkah yang telah dimulai harus disertai keberanian dan tekad untuk menuntaskannya.

LPM diharapkan mampu mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan. Peran tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemerintah.

“Saya juga mengajak LPM, dengan segala keterbatasannya, jangan pernah menyerah. Sesekali kita harus berani melangkah,” katanya.

Menurutnya, negara tidak bisa hanya mengandalkan atau berharap kepada pihak lain. Tanggung jawab membangun bangsa harus berada pada seluruh masyarakat Indonesia sendiri.

Dalam pengarahannya, Djamari juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masa depan Indonesia. Indonesia diyakini mampu menjadi negara maju dan sejahtera apabila berbagai tantangan strategis dapat diatasi.

Tantangan tersebut berasal dari perkembangan global maupun dinamika yang terjadi di dalam negeri. Karena itu, seluruh komponen bangsa membutuhkan optimisme, ketangguhan, dan semangat kebersamaan.

Djamari mengatakan perkembangan dunia saat ini dipenuhi berbagai dinamika dan gejolak. Konflik di sejumlah kawasan turut memberikan dampak signifikan terhadap kondisi global.

Pemerintah Indonesia terus berupaya meminimalkan dampak berbagai gejolak tersebut terhadap masyarakat. Langkah itu dilakukan agar tekanan global tidak semakin membebani kehidupan masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap berupaya menjaga kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Djamari mencontohkan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan, sementara harga kebutuhan pokok terus dijaga.

Berbagai program pemerintah juga tetap dijalankan di tengah ketidakpastian global. Program tersebut diarahkan agar pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus berlangsung.

Djamari turut menegaskan kondisi stabilitas keamanan nasional saat ini tetap aman dan terkendali. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus memantau perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai konten digital berisi hoaks, fitnah, dan kebencian. Derasnya informasi harus diimbangi kemampuan menyaring dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Menurut Djamari, ruang digital harus tetap netral dan tidak dikuasai informasi negatif. Seluruh elemen masyarakat perlu menghadirkan informasi yang benar, positif, dan bermanfaat.

“Intinya, jangan kita beri peluang sekecil apa pun kepada orang-orang yang ingin menyampaikan hal-hal buruk untuk masuk lebih dahulu,” tegasnya.

Menutup arahannya, Djamari membacakan bait Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Gurindam tersebut memuat nilai kepemimpinan, persatuan, kerja sama, integritas, dan kesungguhan menjalankan amanah.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP LPM M Q Iswara menyampaikan apresiasi atas dukungan Menko Polkam. Ia menegaskan LPM siap mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita siap menjadi garda terdepan untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dari 38 provinsi, 33 sudah dilantik, ada di 480 kabupaten/kita, kami siap mendukung kebijakan Bapak Presiden," katanya.

Rakernas LPM RI 2026, dihadiri pengurus LPM pusat dan daerah serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Kepala daerah dan jajaran pimpinan Kemenko Polkam juga menghadiri kegiatan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....